<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034</id><updated>2012-02-16T19:21:29.369Z</updated><category term='MENDIDIK ANAK'/><category term='DOA'/><category term='AKHIRAT DALAM BERITA'/><category term='PHOTO HANA'/><category term='RENUNGAN SUAMI ISTRI'/><category term='IBADAH'/><category term='HADITS DHA&apos;IF'/><category term='WANITA'/><category term='HUMOR'/><category term='ETIKA'/><category term='TANYA JAWAB'/><category term='AQIDAH'/><title type='text'>KELUARGA IKSAN</title><subtitle type='html'>MEMBANGUN GENERASI  SHOLIH SHOLIHAH</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-4029441428816906361</id><published>2010-03-31T14:54:00.001+01:00</published><updated>2010-03-31T14:56:58.471+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WANITA'/><title type='text'>Wanita yang Berpakaian Tapi Telanjang, Sadarlah!</title><content type='html'>Inilah yang kami sedihkan pada kaum wanita saat ini. Zaman sudah semakin rusak. Perzinaan di mana-mana. Pornografi yang sudah semakin marak. Bahkan hal-hal porno semacam ini bukan hanya digandrungi oleh orang dewasa, namun juga anak-anak. Bahkan terakhir ini yang sudah membuat kami semakin geram, tidak sadar-sadarnya wanita dalam berpakaian. Saat ini sangat berbeda dengan beberapa tahun silam. Sekarang para wanita sudah banyak yang mulai membuka aurat. Bukan hanya kepala yang dibuka atau telapak kaki, yang di mana kedua bagian ini wajib ditutupi. Namun, sekarang ini sudah banyak yang berani membuka paha dengan memakai celana atau rok setinggi betis. Ya Allah, kepada Engkaulah kami mengadu, melihat kondisi zaman yang semakin rusak ini.&lt;br /&gt;Kami tidak tahu beberapa tahun mendatang, mungkin kondisinya akan semakin parah dan lebih parah dari saat ini. Mungkin beberapa tahun lagi, berpakaian ala barat yang transparan dan sangat memamerkan aurat akan menjadi budaya kaum muslimin. Semoga Allah melindungi keluarga kita dan generasi kaum muslimin dari musibah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Benarnya Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا&lt;br /&gt;    “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini merupakan tanda mukjizat kenabian. Kedua golongan ini sudah ada di zaman kita saat ini. Hadits ini sangat mencela dua golongan semacam ini. Kerusakan seperti ini tidak muncul di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena sucinya zaman beliau, namun kerusakan ini baru terjadi setelah masa beliau hidup (Lihat Syarh Muslim, 9/240 dan Faidul Qodir, 4/275). Wahai Rabbku. Dan zaman ini lebih nyata lagi terjadi dan kerusakannya lebih parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, pahamilah makna ‘kasiyatun ‘ariyatun’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Nawawi dalam Syarh Muslim ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan bahwa ada beberapa makna kasiyatun ‘ariyatun.&lt;br /&gt;Makna pertama: wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.&lt;br /&gt;Makna kedua: wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah.&lt;br /&gt;Makna ketiga: wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang.&lt;br /&gt;Makna keempat: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Syarh Muslim, 9/240)&lt;br /&gt;Pengertian yang disampaikan An Nawawi di atas, ada yang bermakna konkrit dan ada yang bermakna maknawi (abstrak). Begitu pula dijelaskan oleh ulama lainnya sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan,&lt;br /&gt;    “Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Al Mar’ah Muslimah, 125-126)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Munawi dalam Faidul Qodir mengatakan mengenai makna kasiyatun ‘ariyatun,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Senyatanya memang wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya dia telanjang. Karena wanita tersebut mengenakan pakaian yang tipis sehingga dapat menampakkan kulitnya. Makna lainnya adalah dia menampakkan perhiasannya, namun tidak mau mengenakan pakaian takwa. Makna lainnya adalah dia mendapatkan nikmat, namun enggan untuk bersyukur pada Allah. Makna lainnya lagi adalah dia berpakaian, namun kosong dari amalan kebaikan. Makna lainnya lagi adalah dia menutup sebagian badannya, namun dia membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutupi) untuk menampakkan keindahan dirinya.” (Faidul Qodir, 4/275)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga dikatakan oleh Ibnul Jauziy. Beliau mengatakan bahwa makna kasiyatun ‘ariyatun ada tiga makna.&lt;br /&gt;Pertama: wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita seperti ini memang memakai jilbab, namun sebenarnya dia telanjang.&lt;br /&gt;Kedua: wanita yang membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutup). Wanita ini sebenarnya telanjang.&lt;br /&gt;Ketiga: wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun kosong dari syukur kepada-Nya. (Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, 1/1031)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah kasiyatun ‘ariyat dapat kita maknakan: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya dan wanita yang membuka sebagian aurat yang wajib dia tutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah Engkau Takut dengan Ancaman Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Memakaian pakaian tetapi sebenarnya telanjang, dikatakan oleh beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah saudariku, ancaman ini bukanlah ancaman biasa. Perkara ini bukan perkara sepele. Dosanya bukan hanya dosa kecil. Lihatlah ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Wanita seperti ini dikatakan tidak akan masuk surga dan bau surga saja tidak akan dicium. Tidakkah kita takut dengan ancaman seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Nawawi rahimahullah menjelaskan maksud sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘wanita tersebut tidak akan masuk surga’. Inti dari penjelasan beliau rahimahullah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jika wanita tersebut menghalalkan perbuatan ini yang sebenarnya haram dan dia pun sudah mengetahui keharaman hal ini, namun masih menganggap halal untuk membuka anggota tubuhnya yang wajib ditutup (atau menghalalkan memakai pakaian yang tipis), maka wanita seperti ini kafir, kekal dalam neraka dan dia tidak akan masuk surga selamanya.&lt;br /&gt;    Dapat kita maknakan juga bahwa wanita seperti ini tidak akan masuk surga untuk pertama kalinya. Jika memang dia ahlu tauhid, dia nantinya juga akan masuk surga. Wallahu Ta’ala a’lam. (Lihat Syarh Muslim, 9/240)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ancaman ini telah jelas, lalu kenapa sebagian wanita masih membuka auratnya di khalayak ramai dengan memakai rok hanya setinggi betis? Kenapa mereka begitu senangnya memamerkan paha di depan orang lain? Kenapa mereka masih senang memperlihatkan rambut yang wajib ditutupi? Kenapa mereka masih menampakkan telapak kaki yang juga harus ditutupi? Kenapa pula masih memperlihatkan leher?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarlah, wahai saudariku! Bangkitlah dari kemalasanmu! Taatilah Allah dan Rasul-Nya! &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-4029441428816906361?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/4029441428816906361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=4029441428816906361&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/4029441428816906361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/4029441428816906361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2010/03/wanita-yang-berpakaian-tapi-telanjang.html' title='Wanita yang Berpakaian Tapi Telanjang, Sadarlah!'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-8160016229735749280</id><published>2009-12-10T03:33:00.003Z</published><updated>2009-12-10T04:05:37.229Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PHOTO HANA'/><title type='text'>CANTIKNYA...........dan TERBANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SyBtcKGBl9I/AAAAAAAAAGg/TTSgEbwE9d8/s1600-h/hana.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 241px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SyBtcKGBl9I/AAAAAAAAAGg/TTSgEbwE9d8/s320/hana.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413447082612725714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SyBu65F-YvI/AAAAAAAAAGo/vFFonW194To/s1600-h/hana2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 450px; height: 350px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SyBu65F-YvI/AAAAAAAAAGo/vFFonW194To/s320/hana2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413448710136685298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;TERBANGLAAAH BERSAMAKU..........&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-8160016229735749280?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/8160016229735749280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=8160016229735749280&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/8160016229735749280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/8160016229735749280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2009/12/cantiknya.html' title='CANTIKNYA...........dan TERBANG'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SyBtcKGBl9I/AAAAAAAAAGg/TTSgEbwE9d8/s72-c/hana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-7082432309927530104</id><published>2009-12-09T06:53:00.000Z</published><updated>2009-12-09T07:03:34.665Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ETIKA'/><title type='text'>ETIKA TIDUR</title><content type='html'>Abu Bakr Jabir al-Jazairi    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Muslim berkeyakinan bahwa tidur adalah salah satu nikmat yang diberikan Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya dalam firman-firman-Nya berikut: &lt;br /&gt;“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untuk kalian malam dan siang, supaya kalian beristirahat pada malam itu dan supaya kalian mencari sebagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kalian bersyukur kepada-Nya.” (Al-Qashash: 73)&lt;br /&gt;“Dan Kami jadikan tidur kalian untuk istirahat.” (An-Naba: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu karena istirahat seseorang beberapa jam pada waktu malam setelah seharian bergerak itu membantu kesegaran badan, kelangsungan perkembangan dan aktifitasnya, agar dengan itu semua ia dapat menunaikan tugas yang diciptakan Allah Ta‘ala untuknya.&lt;br /&gt;Mensyukuri nikmat-nikmat itu menghendaki orang Muslim menerapkan etika-etika berikut dalam tidurnya:&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak menunda tidur setelah shalat Isya’ kecuali untuk keperluan seperti belajar, atau bicara dengan tamu, atau bercumbu dengan istri, karena Abu Barazah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. tidak menyukai tidur sebelum shalat Isya’, dan ngobrol sesudahnya. (Muttafaq Alaih).&lt;br /&gt;Ia berusaha tidak tidur kecuali dalam keadaan berwudlu, karena Rasulullah saw. bersabda kepada Al-Barra’ bin Azib,&lt;br /&gt;“Jika engkau akan pergi ke tempat tidurmu, hendaklah engkau berwudlu seperti wudhu untuk shalat.” (Muttafaq Alaih).&lt;br /&gt;Ia memulai tidur dengan di atas lambung kanannya (miring ke kanan), berbantal tangan kanannya, dan tidak apa-apa kalau ingin berubah posisi dengan tidur di atas lambung kirinya setelah itu karena dalil-dalil berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw. kepada Al-Barra’ bin Azib, “Jika engkau akan pergi ke tempat tidurmu, hendaklah engkau berwudlu seperti wudhu untuk shalat, kemudian tidurlah d atas lambung kananmu.” (Muttafaq Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw., “Jika engkau akan pergi ke ranjangmu (tidur) dalam keadaan suci maka dengan tangan kananmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak tidur dalam keadaan telungkup, baik tidur di siang hari atau malam hari, karena dalil-dalil berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguhnya tidur dengan telungkup adalah tidurnya penghuni neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya tidur dengan telungkup ialah tidur yang tidak disukai Allah Azza wa Jalla.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengucapkan dzikir-dzikir berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, dan Allah Mahabesar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengucapkannya tiga puluh tiga kali, kemudian ia berkata, “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi Allah kerajaan, dan pujian. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berbuat seperti itu, karena Rasulullah SAW. bersabda kepada Ali bin Abu Thalib dan Fathimah yang meminta pembantu kepada beliau, “Maukah kalian berdua aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kalian berdua minta? Kalian berdua hendak tidur, bacalah tasbih sebanyak tiga puluh kali, bacalah hamdalah sebanyak tiga puluh tiga kali, dan bacalah takbir sebanyak tiga puluh empat kali. Itu semua lebih baik bagi kalian berdua dari pada pembantu. (Diriwayatkan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membaca surat Al-Fatihah, lima ayat pertama surat Al-Baqarah, ayat kursi, dan surat Al-Baqarah ayat 284-285, karena itu dianjurkan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa terakhir yang dibaca ialah doa berikut yang diriwayatkan dari Rasulullah saw., “Dengan nama-Mu ya Allah, aku letakkan lambungku, dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya kembali. Ya Allah, jika Engkau menahan jiwaku, ampunilah dia. Dan jika Engkau mengirimnya kembali, jagalah dia sebagaimana Engkau menjaga orang-orang shalih diantara hamba-hamba-Mu, Ya Allah, aku serahkan diriku kepada-Mu, aku limpahkan segala urusanku kepada-Mu, aku sandarkan tulang punggungku kepada-Mu. aku meminta ampunan kepada-Mu, aku bertahubat kepada-Mu, aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan beriman kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus, ampunilah apa yang telah aku kerjakan apa yang aku umumkan, serta apa saja yang lebih Engkau ketahui daripada aku. Engkau Dzat Yang Maha Terdahulu dan Maha Terakhir. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Tuhanku, jagalah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.” (Diriwayatkan Abu Daud dan lain-lain dengan sanad yang shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia terbangun di sela-sela tidurnya, ia membaca doa berikut, “Tidaklah ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah saja dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi Nya kerajaan dan pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu . Mahasuci Allah, segala pujian bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Mahabesar, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, ia bebas berdoa apa saja, karena Rasulullah saw., “Barangsiapa bangun dan tidurnya kemudian ia berkata, ‘Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah saja dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Muhasuci Allah, segala pujian bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali dengan Allah Maha besar, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah.’Kemudian ia berkata, Ya Allah ampunilah aku. ‘Atau ia berdoa dengan doa lain, maka doanya dikabulkan. Jika ia berdiri kemudian berwudlu dan shalat maka shalatnya diterima “(Diriwayatkan Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ia berdoa dengan doa berikut, “Ya Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau Yang Mahasuci. Ya Allah, aku meminta ampunan kepada-Mu atas dosaku, dan meminta rahmat-Mu kepada-Mu. Ya Allah, tambahilah ilmuku, jangan palingkan hatiku setelah engkau memberinya petunjuk, dan beri aku rahmat dari sisi-Mu, karena Engkau Maha Pemberi nikmat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pagi harinya, ia membaca dzikir-dzikir berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    Ketika ia bangun tidur, dan sebelum berdiri dari tempat tidurya, ia membaca, “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah sebelumnya mematikan kami dan kami akan kembali kepada-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    Ia hadapkan pandangannya ke langit sambil membaca surat Ali Imran ayat 190-200 jika ia bangun untuk shalat tahajjud, karena Ibnu Abbas ra berkata, “Ketika aku bermalam di rumah bibiku dari jalur ibu, Maimunah istri Rasulullah SAW., bangun tidur pada pertengahan malam, atau beberapa saat setelah pertengahan malam, kemudlan beliau mengusap tidur dari wajahnya dengan tangannya, membaca sepuluh ayat terakhir, surat Ali Imran, berjalan ke tempat air yang menggantung, berwudlu dengan airnya dengan wudlu yang baik, dan berdiri untuk shalat “(Diriwayatkart Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.    Membaca doa berikut sebanyak empat kali, “Ya Allah, aku berada di pagi hari dengan memuji-Mu, disaksikan oleh-Mu, disaksikan oleh malaikat-malaikat pemikul Arasy-Mu, disaksikan oleh malaikat-malaikat-Mu, dan disaksikan oleh semua makhluk-Mu bahwa Engkau Allah yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, dan bahwa Muhammad adalah hamba-Mu dan utusan-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berdoa seperti itu, karena Rasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa mengucapkan doa di atas sebanyak sekali maka Allah membebaskan seperempat dirinya dari neraka, barangsiapa mengucapkannya dua kali maka Allah membebaskan setengah dirinya dari neraka, barangsiapa mengucapkannya tiga kali maka Allah membebaskan tiga perempat dirinya dari neraka, dan jika diucapkan empat kali maka Allah membebaskannya total dari neraka.” (Diriwayatkan Abu Daud dengan sanad shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.    Jika ia meletakkan kakinya di depan pintu kamar untuk keluar, ia berdoa dengan doa berikut, “Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Rasulullah saw. bersabda, “Jika seorang hamba mengucapkan doa di atas, maka dikatakan kepadanya, Engkau telah mendapatkan petunjuk dan dilindungi.” (Diriwayatkan At-Tirmidzi dan ia meng-hasan-kannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.    Jika ja meninggalkan pintu kamar, ia berdoa dengan doa berikut, “Ya Allah, aku berlindung diri kepada-Mu dari tersesat dan sesaatkan, tergelincir dan digelincirkan, menzhalimi atau dizhalimi, bodoh atau dibodohi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Ummu Salamah ra berkata, Rasulullah saw. tidak pernah keluar dari rumahku melainkan ia mengangkat pandanganya ke langit sambil berkata, Ya Allah, aku berlindung diri kepada-Mu dari tersesat dan disesatkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Minhaajul Muslim, atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim, terj. Fadhli Bahri (Darul Falah, 2002), hlm. 210-216. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-7082432309927530104?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/7082432309927530104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=7082432309927530104&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/7082432309927530104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/7082432309927530104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2009/12/etika-tidur.html' title='ETIKA TIDUR'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-58339404462721750</id><published>2009-12-09T06:22:00.001Z</published><updated>2009-12-09T06:28:29.961Z</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AQIDAH'/><title type='text'>Untuk apa Allah Subhanahu wata’ala menciptakan kita?</title><content type='html'>Dia menciptakan kita agar beribadah kepadaNya serta tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil dari Al Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالأِنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ[ (الذريات:56&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaKu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil dari As Sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئاً (  متفق عليه&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak Allah Subhanahu wata’ala atas hambaNya bahwa mereka menyembahNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-58339404462721750?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/58339404462721750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=58339404462721750&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/58339404462721750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/58339404462721750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2009/12/untuk-apa-allah-subhanahu-wataala.html' title='Untuk apa Allah Subhanahu wata’ala menciptakan kita?'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-3362082753185297644</id><published>2009-07-17T02:38:00.005+01:00</published><updated>2009-07-17T02:44:23.361+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PHOTO HANA'/><title type='text'>LAGI APA YAAAH.......</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/Sl_Wc1GGrII/AAAAAAAAAGI/2r-_NTiVpy4/s1600-h/Foto068.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359237872371543170" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/Sl_Wc1GGrII/AAAAAAAAAGI/2r-_NTiVpy4/s320/Foto068.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagi apa yaaaah????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ne kayanya mo bobo apa yaaah......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-3362082753185297644?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/3362082753185297644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=3362082753185297644&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/3362082753185297644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/3362082753185297644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2009/07/lagi-apa-yaaaah-ne-kayanya-mo-bobo-apa.html' title='LAGI APA YAAAH.......'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/Sl_Wc1GGrII/AAAAAAAAAGI/2r-_NTiVpy4/s72-c/Foto068.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-1792732033350499722</id><published>2009-07-16T07:29:00.000+01:00</published><updated>2009-07-17T02:43:48.997+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PHOTO HANA'/><title type='text'>TAK GENDONG KEMANA-MANA</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/ShzeBzs9C-I/AAAAAAAAAGA/YKLPzjq5LZ0/s1600-h/Foto060.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/ShzeBzs9C-I/AAAAAAAAAGA/YKLPzjq5LZ0/s320/Foto060.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340387380794559458" /&gt;&lt;/a&gt; Ini hana sama &lt;span id="fullpost"&gt;Naura lagi mainan boneka. Di gendong-gendong&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-1792732033350499722?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/1792732033350499722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=1792732033350499722&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/1792732033350499722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/1792732033350499722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2009/05/ini-hana-sama-naura-lagi-mainan-boneka.html' title='TAK GENDONG KEMANA-MANA'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/ShzeBzs9C-I/AAAAAAAAAGA/YKLPzjq5LZ0/s72-c/Foto060.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-640537487662890449</id><published>2009-05-27T06:52:00.005+01:00</published><updated>2009-05-27T07:08:29.950+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PHOTO HANA'/><title type='text'>HANA 2 TH</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/ShzV5WzV1DI/AAAAAAAAAF4/4gAjFBkbbPE/s1600-h/Foto073.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340378439504745522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/ShzV5WzV1DI/AAAAAAAAAF4/4gAjFBkbbPE/s320/Foto073.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;wuooooo......ni hana baru mimi ening (bening maksude). tapi maaf bukan iklan minuman lhooo yaaaa........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;ini ama bapake&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/ShzV5GHC0fI/AAAAAAAAAFw/of17F98sjjs/s1600-h/Foto069.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340378435023983090" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/ShzV5GHC0fI/AAAAAAAAAFw/of17F98sjjs/s320/Foto069.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/ShzV4wv_zPI/AAAAAAAAAFo/5_5OdHDybGk/s1600-h/Foto068.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340378429290171634" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/ShzV4wv_zPI/AAAAAAAAAFo/5_5OdHDybGk/s320/Foto068.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ini hana malah mo bobo pa yaaaaaa.......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-640537487662890449?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/640537487662890449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=640537487662890449&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/640537487662890449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/640537487662890449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2009/05/wuooooo.html' title='HANA 2 TH'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/ShzV5WzV1DI/AAAAAAAAAF4/4gAjFBkbbPE/s72-c/Foto073.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-3509397958629856332</id><published>2009-05-27T05:54:00.005+01:00</published><updated>2009-05-27T06:45:20.395+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PHOTO HANA'/><title type='text'>ASIK MAEM....</title><content type='html'>Ini hana dengan kakaknya. Yang sebelah kiri itu namanya Naurah Maimun Mumtaz&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/ShzJb7of6yI/AAAAAAAAAFA/BaS2amNVPQY/s1600-h/Copy+of+Foto065.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340364739855772450" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/ShzJb7of6yI/AAAAAAAAAFA/BaS2amNVPQY/s320/Copy+of+Foto065.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; (putri ke 3 mba' fifit, kakak istri saya). Naura lebih tua 20 hari dari Hanania. Foto ini &lt;div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;di ambil selagi mereka lagi asik maem uee (kue). Ini Foto saat merka dah 2 tahun umure. "emmmhhhh...enyak kuehnya" kata Naura&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-3509397958629856332?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/3509397958629856332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=3509397958629856332&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/3509397958629856332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/3509397958629856332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2009/05/asik-maem.html' title='ASIK MAEM....'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/ShzJb7of6yI/AAAAAAAAAFA/BaS2amNVPQY/s72-c/Copy+of+Foto065.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-2360379150568792301</id><published>2009-05-22T07:44:00.000+01:00</published><updated>2009-05-22T07:49:18.918+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ETIKA'/><title type='text'>ETIKA MAKAN MINUM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;     OLEH : Abu Bakr Jabir al-Jazairi    &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Orang Muslim melihat makanan dan minuman itu sebagai sarana, dan bukan tujuan. Ia makan dan minum untuk  menjaga kesehatan badannya karena dengan badan yang sehat, ia bisa beribadah kepada Allah Ta'ala dengan maksimal. Itulah ibadah yang menyebabkannya memperoleh kemuliaan, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ia tidak makan minum karena makanan dan minuman, serta syahwat keduanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jika ia tidak lapar ia tidak makan, dan jika ia tidak kehausan maka ia tidak minum. Rasulullah saw. bersabda, "Kami adalah kaum yang tidak makan kecuali kami lapar, dan jika kami makan maka kami tidak sampai kekenyangan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Etika Sebelum Makan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Etika sebelum makan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Makanan dan minumannya halal, bersih dari kotoran-kotoran haram, dan syubhat, karena Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian." (Al-Baqarah:172).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud rizki yang baik ialah halal yang tidak ada kotoran di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ia meniatkan makanan dan minumannya untuk menguatkan ibadahnya kepada Allah Ta‘ala, agar ia diberi pahala karena apa yang ia makan, dan ia minum. Sesuatu yang mubah jika diniatkan dengan baik, maka berubah statusnya menjadi ketaatan dan seorang Muslim diberi pahala karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ia mencuci kedua tangannya sebelum makan jika keduanya kotor, atau ia tidak dapat memastikan kebersihan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ia meletakkan makanannya menyatu di atas tanah, dan tidak di atas meja makan, karena cara tersebut lebih dekat kepada sikap tawadlu', dan karena ucapan Anas bin Malik ra, "Rasulullah saw. pernah makan di atas meja makan atau di piring." (Diriwayatkan Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ia duduk dengan tawadlu dengan duduk berlutut, atau duduk di atas kedua tumitnya, atau menegakkan kaki kanannya dan ia duduk di atas kaki kirinya, seperti duduknya Rasulullah saw., karena Rasulullah saw. bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak makan dalam keadaan bersandar, karena aku seorang budak yang makan seperti makannya budak, dan aku duduk seperti duduknya budak." (Diriwayatkan Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menerima makanan yang ada, dan tidak mencacatnya, jika ia tertarik kepadanya maka ia memakannya, dan jika ia tidak tertarik kepadanya maka ia tidak memakannya, karena Abu Hurairah ra berkata, "Rasulullah saw. tidak pernah sekali pun mencacat makanan, jika beliau tertarik kepadanya maka beliau memakannya, dan jika beliau tidak tertarik kepadanya maka beliau meninggalkannya." (Diriwayatkan Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ia makan bersama orang lain, misalnya dengan tamu, atau istri, atau anak, atau pembantu, karena Rasulullah saw. bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berkumpullah kalian di makanan kalian niscaya kalian diberi keberkahan di dalamnya." (Diriwayatkan Abu Daud dan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);" id="fullpost"&gt;Etika ketika sedang Makan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di antara etika sedang makan ialah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Memulai makan dengan mengucapkan basmalah, karena Rasulullah saw. bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika salah seorang dari kalian makan, maka sebutlah nama Allah Ta'ala. Jika ia lupa tidak menyebut nama Allah, maka hendaklah ia menyebut nama Allah Ta‘ala pada awalnya dan hendaklah ia berkata, Dengan nama Allah, sejak awal hingga akhir." (Diriwayatkan Abu Daud dan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Mengakhiri makan dengan memuji Allah Ta‘ala, karena Rasulullah saw. bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa makan makanan, dan berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang memberi makanan ini kepadaku, dan memberikannya kepadaku tanpa ada daya dan upaya dariku', maka dosa-dosa masa lalunya diampuni." (Muttafaq Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ia makan dengan tiga jari tangan kanannya, mengecilkan suapan, mengunyah makanan dengan baik, makan dari makanan yang dekat dengannya (pinggir) dan tidak makan dari tengah piring, karena dalil-dalil berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda kepada Umar bin Salamah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang dekat denganmu (pinggir)." (Muttafaq Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keberkahan itu turun di tengah makanan. Maka oleh karena itu, makanlah dari pinggir-pinggirnya, dan janqan makan dari tengahnya." (Muttafaq Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengunyah makanan dengan baik, menjilat piring makanannya sebelum mengelapnya dengan kain, atau mencucinya dengan air, karena dalil-dalil berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika salah seorang dari kalian makan makanan, maka ia jangan membersihkan jari-jarinya sebelum ia menjilatnya." (Diriwayatkan Abu Daud dan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Jabir bin Abdullah ra bahwa Rasulullah saw. memerintahkan menjilat jari-jari dan piring. Beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya kalian tidak mengetahui di makanan kalian yang mana keberkahan itu berada." (Diriwayatkan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jika ada makanannya yang jatuh, ia mengambil dan memakannya, karena Rasulullah saw. bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika sesuap makanan kalian jatuh, hendaklah ia mengambilnya, membuang kotoran daripadanya, kemudian memakan sesuap makanan tersebut, serta tidak membiarkannya dimakan syetan." (Diriwayatkan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidak meniup makanan yang masih panas, memakannya ketika telah dingin, tidak bernafas di air ketika minum, dan bernafas di luar air hingga tiga kali, karena dalil-dalil berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Anas bin Malik ra berkata, "Rasulullah saw. bernafas di luar tempat minum hingga tiga kali." (Muttafaq Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Abu Said Al-Khudri ra, bahwa Rasulullah saw. melarang bernafas di minuman. (Diriwayatkan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits lbnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw. melarang bernafas di dalam minuman, atau meniup di dalamnya. (Diriwayatkan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menghindari kenyang yang berlebih-lebihan, karena Rasulullah saw., bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak Adam tidak mengisi tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Anak Adam itu sudah cukup dengan beberapa suap yang menguatkan tulang punggungnya. Jika ia tidak mau (tidak cukup), maka dengan seperti makanan, dan dengan seperti minuman, dan sepertiga yang lain untuk dirinya." (Diriwayatkan Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim. Hadits ini hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Memberikan makanan atau minuman kepada orang yang paling tua, kemudian memutarnya kepada orang-orang yang berada di sebelah kanannya dan seterusnya, dan ia menjadi orang yang terakhir kali mendapatkan jatah minuman, karena dalil-dalil berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mulai dengan orang tua. Mulailah dengan orang tua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, mulailah dengan orang-orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. meminta izin kepada Ibnu Abbas untuk memberi makanan kepada orang-orang tua di sebelah kiri beliau, sebab Ibnu Abbas berada di sebelah kanan beliau, sedang orang-orang tua berada di sebelah kiri beliau. Permintaan izin Rasulullah saw. kepada Ibnu Abbas untuk memberikan makanan kepada orang-orang tua di sebelah kiri beliau itu menunjukkan bahwa orang yang paling berhak terhadap minuman ialah orang yang duduk di sebelah kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelah kanan, kemudian sebelah kanan." (Muttafaq Alaib).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemberi minuman ialah orang yang paling akhir meminum."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Ia tidak memulai makan, atau minum, sedang di ruang pertemuannya terdapat orang yang lebih berhak memulainya, karena usia atau karena kelebihan kedudukannya, karena hal tersebut melanggar etika, dan menyebabkan pelakunya dicap rakus. Salah seorang penyair berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tangan-tangan dijulurkan kepada perbekalan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku tidak buru-buru mendahului mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebab orang yang paling rakus ialah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang yang paling buru-buru terhadap makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tidak memaksa teman atau tamunya dengan berkata kepadanya, ‘silakan makan', namun ia harus makan dengan etis (santun) sesuai dengan kebutuhannya tanpa merasa malu-malu, atau memaksa diri malu-malu, sebab hal tersebut menyusahkan teman atau tamunya, dan termasuk riya', padahal riya' itu diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Ramah terhadap temannya ketika makan bersama dengan tidak makan lebih banyak dari porsi temannya, apalagi jika makanan tidak banyak, karena makan banyak dalam kondisi seperti itu termasuk memakan hak (jatah) orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Tidak melihat teman-temannya ketika sedang makan, dan tidak melirik mereka, karena itu bisa membuat malu kepadanya. Ia harus menahan pandangannya terhadap wanita yang makan di sekitarnya, dan tidak mencuri-curi pandangan terhadap mereka, karena hal tersebut menyakiti mereka membuat mereka marah dan ia pun mendapat dosa karena perbuatannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Tidak mengerjakan perbuatan-perbuatan yang dipandang tidak sopan oleh masyarakat setempat. Misalnya, ia tidak boleh mengibaskan tangannya di piring, tidak mendekatkan kepalanya ke piring ketika makan agar tidak ada sesuatu yang jatuh dari kepalanya ke piringnya, ketika mengambil roti dengan giginya ia tidak boleh mencelupkan sisanya di dalam piring, dan tidak boleh berkata jorok, sebab hal ini mengganggu salah satu temannya, dan mengganggu seorang Muslim itu haram hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Jika ia makan bersama orang-orang miskin, ia harus mendahulukan orang miskin tersebut. Jika ia makan bersama saudara-saudaranya, ia tidak ada salahnya bercanda dengan mereka dalam batas-batas yang diperbolehkan. Jika ia makan bersama orang yang berkedudukan, maka ia harus santun, dan hormat terhadap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);" id="fullpost"&gt;Etika Setelah Makan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di antara etika setelah makan ialah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ia berhenti makan sebelum kenyang, karena meniru Rasulullah saw. agar ia tidak jatuh dalam kebinasaan, dan kegemukan yang menghilangkan kecerdasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ia menjilat tangannya, kemudian mengelapnya, atau mencucinya. Namun mencucinya lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ia mengambil makanan yang jatuh ketika ia makan, karena ada anjuran terhadap hal tersebut, dan karena itu adalah bagian dari syukur atas nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Membersihkan sisa-sisa makanan di gigi-giginya, dan berkumur untuk membersihkan mulutnya, karena dengan mulutnya itulah ia berdzikir kepada Allah Ta‘ala, berbicara dengan saudara-saudaranya, dan karena kebersihan mulut itu memperpanjang kesehatan gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memuji Allah Ta‘ala setelab ia makan, dan minum. Ketika ia minum susu, ia berkata, "Ya Allah, berkahilah apa yang Engkau berikan kepada kami, dan tambahilah rizki-Mu (kepada kami)". Jika berbuka puasa di tempat orang, ia berkata, "Orang-orang yang mengerjakan puasa berbuka puasa di tempat kalian, orang-orang yang baik memakan makanan kalian, dan semoga para malaikat mendoakan kalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Minhaajul Muslim, atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim, terj. Fadhli Bahri (Darul Falah, 2002), hlm. 185-191. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-2360379150568792301?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/2360379150568792301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=2360379150568792301&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/2360379150568792301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/2360379150568792301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2009/05/etika-makan-minum.html' title='ETIKA MAKAN MINUM'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-3165983101387207053</id><published>2009-05-22T07:31:00.002+01:00</published><updated>2009-05-22T07:40:06.468+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IBADAH'/><title type='text'>MASALAH MANDI</title><content type='html'>oleh : Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Hal-Hal yang Mewajibkan Mandi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. Keluar mani, baik ketika jaga (terbangun) ataupun ketika (tidur) nyenyak. Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya (mandi) air hanyalah karena (mengeluarkan) air (mani)." (Shahih: Mukhtashar Muslim no:151, Muslim I:269 no:343 dan 'Aunul Ma'bud I: 366 no: 214).&lt;br /&gt;Dari Ummi Salamah bahwa Ummu Sulaim r.a. bertanya,  "Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu terhadap yang haq, maka apakah perempuan (juga) wajib mandi bila mimpi?" Beliau menjawab, " Ya jika ia melihat air (mani)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Muttafaqun 'alaih: Fathul Bari I: 228 no:130, Muslim I: 251 no:313 dan Tirmidzi I:80 no:122).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai keluar air mani di waktu terbangun (bukan tidur), diisyaratkan harus karena dorongan syahwat. Hal ini merujuk kepada sabda Nabi saw.,&lt;span id="fullpost"&gt; "Apabila kamu memuncratkan air (mani), maka mandi janabatlah, namun manakala kamu tidak memuncratkan (keluar tanpa syahwat), maka janganlah mandi janabat." (Sanadnya Hasan Shahih: Irwa'ul Ghalil I: 162, dan al-Fathur Rabbani 1:247 no:82).&lt;br /&gt;Dalam Nailul Authar I: 275, Imam asy-Syaukani menegaskan, "Kata alhadzf" kata dasar dari kata kerja hadzafa berarti: melempar, dan perbuatan ini mesti karena dorongan syahwat. Oleh karena itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan, "Hadits ini mengandung peringatan, bahwa air mani yang keluar bukan karena dorongan syahwat, misalnya, karena sakit atau cuaca sangat dingin. Maka tidak wajib mandi janabat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang berihtilam (bermimpi basah), namun temyata ia tidak mendapati air mani, maka tidak harus mandi. Sebaliknya siapa saja yang mendapati air mani, namun ia tidak ingat ihtilam maka ia harus mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a. ia berkata, Rasulullah pernah ditanya tentang seorang laki-laki mendapati (kainnya) basah dan ia tidak ingat ihtilam (bermimpi)? Beliau saw. menjawab,  "Ia harus mandi." Kemudian (ditanya lagi) perihal seorang laki-laki yang yakin bahwa dirinya ihtilam namun temyata ia tidak mendapati basah (pada kainnya)? Maka jawab Beliau, "Tidak ada kewajiban mandi atasnya." (Shahih: Shahih Abu Daud no: 216, Tirmidzi I: 74 no: 113 'Aunul Ma'bud I: 399 no: 233).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jima' sekalipun tidak mengeluarkan sperma:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. bersabda, "Seseorang duduk di antara empat anggota badan (isterinya), lalu bersungguh-sungguh memperlakukannya (yaitu jima'), maka ia wajib mandi, sekalipun tidak mengeluarkan (air mani)." (Shahih: Mukhtashar Muslim no: 152 dan Muslim I: 271 no: 348).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang kafir yang baru masuk Islam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Qais bin Ashim r.a. bahwa ia masuk Islam, lalu diperintah oleh Nabi agar mandi dengan menggunakan air yang dicampur dengan daun bidara. (Shahih: Irwa-ul Ohalil no: 128, Nasa'i I: 109, Tirmidzi, 11:58 no: 602 dan 'Aunul Mar'bud 11:19 no:351).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berhentinya darah haidh dan nifas, sebagaimana yang di jelaskan dalam riwayat dari Aisyah r.a bahwa Nabi saw.bersabda kepada Fatimah binti Hubaizah r.a, "Apabila (waktu) haidh datang, maka tinggalkanlah shalat dan apabila (waktu) haidh berakhir, rnaka mandilah dan shalatlah!" (Mutafaqqun 'alaih: Fathul Bari I: 420 no: 320, Muslim I: 262 no: 331 Aunul Ma'bud I: 466 no: 279. Tirmidzi 1: 82 no: 125, Nasa'i I: 186, dan redaksi mereka, terkecuali Imam Bukhari adalah, FA AGHSI'LII 'ANKID DAM (=Maka, cucilah darah darimu). Sedangkan status hukum nifas menurut jima' ulama' sama dengan hukum haidh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Mandi Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat, Berdasarkan hadits yang berbunyi, "Sesungguhnya segala amal perbuatan bergantung pada niatnya."(Muttafaqun 'alaih: Fathul Bari 1: 9 no: 1, Muslim III: 1515 no: 1907, 'Aunul Ma'bud VI: 284 no: 2186, TIrmidzi III: 100 no: 1698, Ibnu Majjah II: 1413 no: 4227 dan Nasa'i I. 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);" id="fullpost"&gt;Menyiramkan air pada sekujur tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);" id="fullpost"&gt;Tata Cara Mandi Besar yang Dianjurkan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tata cara ini dijelaskan dalam riwayat Aisyah r.a., "Adalah Rasulullah saw. apabila mandi janabat memulai dengan mencuci kedua tangannya, kemudian menuangkan (air) dengan tangan kanannya ke atas tangan kirinya, lalu mencuci kemaluannya kemudian berwudhu' sebagaimana wudhu'nya untuk shalat, kemudian, mengambil air (dengan tangannya), lalu memasukkan jari-jari tangannya ke pangkal rambut hingga apabila ia melihat sudah tersentuh air semua pangkal rambutnya, ia menuangkan air ke atas kepalanya tiga kali tuangan air dengan kedua tapak tangannya, kemudian menyiram sekujur tubuhnya, lalu membasuh kedua kakinya." (Muttafaqun 'alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hal perlu diketahui perempuan tidak wajb membuka ikat rambut dan semisalnya ketika akan mandi janabat. Dari Ummi Salamah r.a. ia berkata, saya pernah bertanya. "Ya, Rasulullah, sesungguhnya aku adalah seorang perempuan yang mengikat kuat rambut kepalaku, lalu apakah saya harus membukanya untuk mandi janabat?" Jawab beliau, "Tidak (harus) cukup bagimu menuangkan (air) di atas kepalamu tiga kali tuangan, kemudian engkau siramkan air ke atas badanmu, dengan demikian kamu menjadi suci." (Shahih: Irwa'ul GhaliI no: 136. Muslim 1:259 no: 330, 'Aunul Ma'bud 1: 426 no: 248, Nasa'i I: 131, Tirmidzi I: 71 no: 105, Ibnu Majah 1: 198 no: 603).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a., bahwa Asma' pernah bertanya kepada Nabi saw. perihal haidh. Jawab beliau, "Hendaklah seorang di antara kamu ambil air beserta daun bidara, lalu hendaklah ia bersuci dengan sempurna, kemudian tuangkanlah air ke atas kepalanya, lalu gosoklah kepalanya dengan sungguh-sungguh hingga rata, kemudiam tuangkanlah (lagi) air ke atas kepalanya, kemudian ambillah sepotong kain atau kapas maka dengan demikian ia menjadi suci." Kemudian Asma' bertanya, "(Wahai Rasulullah) bagaimana ia dianggap telah suci dengan cara itu?" Maka, Jawab beliau, "Subhaanallah... dengan cara itu ia sudah menjadi suci." Kemudian Aisyah berkata, (sambil membisikkan), "(Hai Asma'), kamu harus memperhatikan (menjelajahi) bekas darah." Kemudian Asma' bertanya kepada beliau perihal mandi janabat, maka jawab beliau,  "Hendaklah perempuan itu mengambil air lalu bersuci dengan baik atau dengan sempurna, kemudian tuangkanlah (air) ke atas kepalanya, lalu gosoklah kepalanya sampai, kemudian tuangkanlah air ke atasnya." (Shahih: Mukhtashar Muslim I:261 no: 61 d 332).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sharih 'eksplisit' hadits ini membedakan antara mandi haidh dengan mandi junub, di mana ia memberi penekanan kepada orang haidh air menggosok kepalanya dengan sungguh-sungguh dan bersuci dengan serius yang tidak ditekankan kepada orang yang mandi janabat, bagaimana hadits Ummu Salamah sebagai dalil bahwa orang yang mandi junub tidak wajib menguraikan melepaskan ikat rambut atau semisalnya. (Tahdzibu Sunan Abi Daud oleh Ibnul Qayyim I: 167 no: dengan sedikit perubahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada asalnya, diuraikannya rambut agar yakin akan sampainya air ke pangkal-pangkal rambut, hanya saja hal ini tidak diharuskan kepada orang yang akan mandi janabat, karena mandi ini berulang kali dan akan menimbulkan kesulitan berat bagi kaum wanita. Berbeda jauh dengan mandi haidh yang hanya terjadi sekali dalam sebulan. (Tahdzibu Sunan Abi Daud oleh Ibnul Qayyim I:167 dengan sedikit perubahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang perlu diketahui: Boleh suami istri mandi bersama di dalam satu kamar mandi, yang masing-masing melihat aurat pasangannya, sebagaimana yang ditegaskan dalam riwayat Dari Aisyah ra, ia berkata, "Dahulu aku sendiri dan Rasulullah (sering) mandi bersama dari satu bak sedangkan kami berdua dalam keadaan junub." (Muttafaqun 'alaih: Muslim I:256 no:321, Fathul Bari I:375 no:263 dan Nasa'i :129).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Mandi yang Disunnahkan  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita dianjurkan mandi karena beberapa hal berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mandi pada setiap kali akan jima'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Rafi' r.a. ia berkata, "Bahwa sesungguhnya Nabi saw. pada suatu malam pernah menggilir isteri-isterinya, di mana beliau mandi di rumah ini dan mandi (lagi) di rumah ini, lalu aku bertanya, ya Rasulullah, mengapa engkau tidak mandi sekali saja (untuk semuanya?) "Jawab beliau, "Ini lebih bersih, lebih baik dan lebih suci."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hasan: Shahih Ibnu Majah no: 480 'Aunul Ma'bud I: 370 no: 216 dan Ibnu Majah I: 194 no: 590). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mandi bagi wanita mustahadhah untuk setiap kali akan shalat atau untuk zhuhur dan 'ashar sekali mandi, untuk maghrib dan 'isya sekali mandi dan untuk shubuh sekali mandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berdasarkan hadits Aisyah r.a. yang berkata, "Sesungguhnya Ummu Habibah pernah beristihadhah pada masa Rasulullah, lalu beliau menyuruhnya mandi setiap kali (akan) shalat...." (Shahih: Shahih Abu Daud no: 269 dan 'Aunul ma'bud I: 483 no: 289).&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang lain dari Aisyah (juga disebutkan) "Telah beristihadhah seorang perempuan pada masa Rasulullah , lalu ia diperintah (oleh beliau) menyegerakan ashar dan mengakhirkan zhuhur dengan sekali mandi untuk keduanya, mengakhirkan maghrib dan menyegerakan 'Isya dengan sekali mandi untuk keduanya. dan untuk shalat shubuh sekali mandi. (Shahih: Shahih Abu Dnud flo: 273. 'Aunul Ma'bud 1: 487 no; 291, Nasa'i 1: 184).&lt;br /&gt;3. Mandi setelah pingsan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a. ia berkata, "Rasulullah dalam kondisi kritis, beliau bertanya, 'Apakah para sahabat telah shalat ('isya)?' maka kami jawab, 'Belum, mereka sedang menunggumu, ya Rasulullah.' Kemudian beliau bersabda, 'Sediakanlah satu bak air untukku!' Setelah kami sediakan lalu beliau mandi. (Beberapa saat) kemudian dengan susah payah beliau berusaha bangkit, lalu pingsan. Tak lama kemudian beliau siuman (sadar dari pingsan) lalu bertanya, 'Apakah para sahabat sudah shalat (isya)?' Kami Jawab, 'Belum. Mereka menunggumu ya, Rasulullah.' Kemudian beliau bersabda, 'Sediakanlah satu bak air untukku!' Setelah kami sediakan lalu beliau mandi. (Beberapa saat) kemudian, dengan susah payah beliau berusaha bangkit, lalu pingsan. Tak lama kemudian beliau siuman (sadar dan pingsan) lalu bertanya, 'Apakah para sahabat sudah shalat ('isya)?' Kami jawab 'Belum, mereka sedang menunggu ya Rasulullah'. Kemudian Aisyah bercerita, bahwa Nabi mengutus kurir memanggil Abu Bakar (untuk ditunjuk sebagai imam shalat isya)...." (Muttafaqun 'alaih Muslim I: 311 no: 418 dan Fathul Bari II: 172 no: 687).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mandi setelah menguburkan orang musyrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa ia datang kepada Nabi saw.  seraya berkata, "(Ya Rasulullah), sesungguhnya Abu Thalib telah meninggal dunia." Jawab Beliau, "Pergilah dan kuburkanlah dia! Tatkala aku usai menguburkannya, aku kembali kepada beliau, lalu beliau bersabda kepadaku, 'Mandilah!'" (Shahihul Isnad: Ahkamul Janaiz hal. 134 Nasa'i I: 110 'Aunul Ma'bud IX:32 no:3198).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mandi untuk shalat dua hari raya dan hari Arafah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Baihaqi meriwayatkan melalui asy-Syafii dan Zadzan, ia bertutur, "Ada seorang laki-laki bertanya kepada (Ali) r.a. tentang mandi?" Maka jawabnya, "Mandilah setiap hari bila engkau mau!' Ia bertanya (lagi), ' itu, yang kami maksud mandi yang bertalian dengan hal-hal tertentu?" Maka kata Beliau, "Yaitu mandi pada hari Jum'at, Arafah, hari (raya) Qurban, dan hari (raya) Fitri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mandi karena telah memandikan mayyit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan sabda Nabi saw.  "Barangsiapa yang memandikan mayat, maka mandilah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Shahih: Shahih Ibnu Majah no: 1195, Sunan Ibnu Majah I: 470 no: 1463).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mandi untuk ihram umrah atau haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Zaid bin Tsabit bahwa ia pernah melihat Nabi melepaskan pakaian dan mandi untuk berihram  (Hasan: Irwa-ul GhaIiI no: 149 dan Tirmidzi 11: 163,no: 831).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mandi untuk masuk kota Mekkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar r.a. bahwasannya ia tidak mau masuk kota Mekkah kecuali bermalam (terlebih dahulu) di Dzi Thuwa hingga shubuh dan mandi, kemudian masuk kota Mekkah pada siang hari. Dan ia menyebutkan dari Nabi bahwa beliau mengerjakannya." (Muttafaqun 'alaih: Muslim 11:919 no: 227/1259, dan ini lafadz baginya, Fathul Bari III: 435 no: 1573, 'Aun-ul Ma'bud 318 no: 1848 dan Tirmidzi 172 no: 854).&lt;br /&gt;9. Mandi pada hari Arafah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar riwayat Imam Baihaqi, sudah disebutkan di halaman sebelumnya, bahwa Ali bin Abi Thalib pernah ditanya perihal mandi, maka dia menjawab, "Yaitu (mandi) pada hari Jum'at hari Arafah, dan hari (raya) Qurban dan hari (raya) Fitri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Diadaptasi dari 'Abdul 'Azhim bin Badawi al-Khalafi, Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil 'Aziz, atau Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah Ash-Shahihah, terj. Ma'ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah), hlm. 106 - 112. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-3165983101387207053?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/3165983101387207053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=3165983101387207053&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/3165983101387207053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/3165983101387207053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2009/05/mandi-besar.html' title='MASALAH MANDI'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-2631959903126928095</id><published>2009-05-15T04:38:00.003+01:00</published><updated>2009-05-16T02:14:16.168+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AQIDAH'/><title type='text'>AJARKAN AQIDAH PADA ANAK</title><content type='html'>Agar anak memiliki aqidah yang lurus sejak dini, maka sejak kecil ia harus dididik tentang aqidah yang benar. &lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salah satunya dengan mengajarkan rukun iman pada anak. Anak tidak cukup diajari untuk menghafalnya, tetapi juga perlu diberi penjelasan dengan bahasa yang ia pahami. &lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Iman kepada Allah, Ajarkan pada anak bahwa Allah itu satu, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan tidak ada sesembahan lain bersama-Nya.Kalau di bumi dan langit ada sesembahan selain-Nya, tentu keduanya akan rusak. Ajari anak &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;surat Al-Ikhlas (1-4),&lt;/span&gt; dan mintalah mereka menghafalnya sekaligus dengan artinya. &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;“Katakanlah, ‘Allah itu satu. Yang menjadi sandaran semua makhluk.Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.’”&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Laranglah anak berbuat syirik, dan ajarkan tauhid pada mereka. Beritahukan pada anak bahwa syirik atau menyekutukan Allah azza wa jalla adalah dosa terbesar yang tak terampuni. Perkenalkan pada anak Rabb mereka, dan bahwa Dialah yang mencipta dan memberi rezeki, yang menghidupkan dan mematikan, memuliakan dan menghinakan, yang mengangkat dan merendahkan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ajarkan nama-nama Allah yang indah dan sifat-sifatNya yang luhur sesuai dengan manhaj ahlussunnah waljamaah dari kalangan sahabat Rasulullah dan tabiin yang datang setelah mereka. Ajarkan pula bahwa Allah bersemayam di atas ‘Arsy &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;(Thaha: 5),&lt;/span&gt; dan pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;(Thaha: 98)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sampaikan juga tentang hadits budak perempuan yang ditanya oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, “Di mana Allah?” Dia menjawab, “Di langit.” Nabi lalu memerintahkan majikan budak itu untuk membebaskannya karena dia seorang perempuan yang beriman.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Iman kepada Malaikat, Tentang malaikat sampaikan bahwa iman kepada malaikat adalah wajib dan membenarkan keberadaan mereka adalah suatu keharusan. Malaikat adalah hamba-hamba Allah yang mulia, yang bertasbih siang dan malam dengan tidak bosan, tidak menyombongkan diri dari ketaatan dan ibadah kepada Allah, bahkan mereka takut kepada-Nya. Sampaikan juga bahwa malaikat diciptakan dari cahaya. Mereka punya tugas-tugas yang mereka jalankan. &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Di antara mereka ada yang memikul ‘Arsy&lt;/span&gt;. &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ada yang menjadi utusan-utusan antara Allah azza wa jallaAda yang mencatat amal dan menjaga catatan amal para hamba. Ada malaikat maut yang bertugas mencabut nyawa manusia jika telah sampai ajalnya. Ada malaikat penjaga gunung dan awan. Ada yang bertugas menghadiri majelis zikir dan ilmu, menghadiri salat lima waktu dan Jumat, menguatkan hati orang-orang beriman ketika perang dengan izin Allah, menenangkan dan memberi kabar gembira orang-orang yang beriman ketika akan meninggal, menyiksa orang-orang kafir sejak keluarnya ruh, mengangkat ruh ke langit, menanyai para hamba di alam kubur, memintakan ampunan untuk orang-orang yang beriman, dan mendoakan mereka masuk surga. sebaik-baiknya. dan para nabi. Ada pula malaikat yang menjaga surga dan neraka. Penjaga neraka adalah malaikat yang keras dan kasar, yang tidak durhaka kepada Allah dan selalu menjalankan perintah-Nya.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Para malaikat tidak masuk rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar bernyawa&lt;/span&gt;. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Para malaikat juga mendengarkan bacaan Al-Quran, dan banyak lagi tugas lain yang dibebankan kepada mereka. Sampaikan pula bahwa malaikat mempersaksikan keesaaan Allah dan kerasulan para Rasul-Nya&lt;/span&gt;. &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Malaikat juga menolong orang-orang yang beriman dengan izin Allah dan memberi syafaat orang-orang yang beriman dan bertauhid di hari kiamat dengan izin Allah azza wa jalla&lt;/span&gt;. &lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Satu lagi, malaikat bukanlah perempuan sebagaimana yang disangka orang-orang kafir. Keimanan pada malaikat bisa berimbas pada kebaikan akhlak&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tekankan pada diri anak, bahwa para malaikat selalu mengawasi kita, mencatat amal dan ucapan kita, sebagaimana firman Allah, &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“Tidaklah satu ucapan pun diucapkan kecuali ada malaikat yang mengawasi dan mencatatnya.” (Al-Qof: 18)&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Iman kepada Kitab-kitab Allah. Sampaikan kepada anak bahwa Allah azza wa jalla telah menurunkan sejumlah kitab kepada para Rasul-Nya, untuk diajarkan kepada umatnya. Di dalamnya Allah memerintahkan mereka untuk bertauhid, beriman kepada-Nya dan para rasul-Nya, dan menerangkan perkara-perkara yang halal dan haram. Terdapat pula kabar-kabar tentang orang-orang sebelum mereka, hukum yang berlaku di tengah-tengah mereka, serta dakwah kepada semua kebaikan dan peringatan dari semua kejelekan, kekafiran dan kesesatan. Di antara kitab-kitab itu adalah Taurat yang diturunkan kepada Musa q, Injil kepada Isa q, dan Al-Quran kepada Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Iman kepada Para Rasul Beritahukan pada anak tentang para Nabi dan Rasul. Mereka diutus oleh Allah azza wa jalla kepada manusia untuk memerintahkan mereka agar bertauhid, memberi kabar gembira dengan surga bagi orang-orang yang taat di antara mereka, dan memperingatkan mereka dari syirik dan kemaksiatan. Allah telah memilih di antara Rasul-Nya sebagai ulul azmi, yaitu Ibrahim a.s, Nuh a.s, Isa a.s, Musa a.s dan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Ceritakanlah tentang kisah-kisah dan mukjizat yang dimiliki para Rasul&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;. Iman kepada seluruh rasul dan nabi adalah wajib. Barangsiapa ingkar kepada salah satunya, maka telah kafir kepada semuanya&lt;/span&gt;. Semua rasul mendakwahkan satu agama yaitu menyembah Allah semata, menjauhi setan dan kesyirikan. &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Allah berfirman, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus dalam setiap umat seorang rasul untuk menyeru kaumnya, ‘Sembahlah Allah saja dan jauhilah thaghut/setan.” (An-Nahl: 36)&lt;/span&gt; Penutup para rasul itu adalah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, maka tidak ada rasul lagi setelah beliau. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Iman kepada Hari Kiamat. Perbanyaklah mengingatkan anak-anak pada hari kiamat. Bila anak mengetahui bahwa kelak akan ada perhitungan, pahala dan siksa, maka dia akan berbuat kebaikan dan menjauhi kejelekan. Iman kepada hari akhir meliputi 3 hal, Pertama, mengimani adanya kebangkitan (ba’ts) yaitu dihidupkannya kembali orang-orang yang sudah mati tatkala ditiupkan sangkakala untuk kedua kalinya. Pada hari itu seluruh manusia bangkit untuk menghadap Rabb semesta alam dalam keadaan telanjang. Kedua, mengimani adanya hisab (perhitungan) dan jaza’ (balasan). Seluruh amal perbuatan hamba akan dihisab dan diberi balasan. Ketiga, mengimani adanya surga dan neraka. Ceritakan pada anak tentang surga dan isinya, berupa kenikmatan yang kekal bagi penghuninya. Demikian juga neraka dan isinya yang disediakan bagi orang-orang kafir dan pendosa. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Iman kepada Takdir Iman kepada takdir adalah wajib atas setiap muslim. Perkara-perkara yang berjalan dalam kehidupan ini semuanya telah ditakdirkan dan ditulis. Ajarilah anak tentang hal ini. Ajarkan anak sebuah hadits yang artinya: “Dan bila suatu musibah mengenai dirimu,maka jangan kamu katakan, &lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;‘Seandainya aku lakukan ini dan ini.’ Tetapi katakanlah, ‘Qaddarallahu wa ma sya’a fa’ala’ (Allah telah takdirkan dan apa-apa yang Dia kehendaki Dia kerjakan).’ Sesungguhnya kata law (seandainya) akan membuka perbuatan setan.’”&lt;/span&gt; (Riwayat Muslim) Ajarkan pada anak bahwa kebaikan dan kejelekan telah ditakdirkan. Demikian juga rezeki, telah ditakdirkan dan dibagi-bagi. Sampaikan bahwa yang memberi hidayah adalah Allah, dan bahwa penjagaan-penjagaan datangnya dari Allah. Ajal dan umur telah ditakdirkan, dan musibah telah ditulis dan ditakdirkan. Ajari anak agar ridha dengan ketentuan-ketentuan Allah azza wa jalla pada setiap keadaan. Bila anak sakit, terkena sesuatu, atau kehilangan sesuatu, maka beritahukan bahwa semua itu telah ditakdirkan. Akan tetapi ingatkan juga bahwa Allah telah menciptakan sebab dan akibat, karena itu jangan lupa untuk melakukan sebab-sebab kebaikan. Wallahu a’lam (Oel) Maraji’: Tarbiyatul Abna’, Bagaimana Nabi Mendidik Anak. Syaikh Musthofa Al-Adawi. Media Hidayah.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-2631959903126928095?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/2631959903126928095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=2631959903126928095&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/2631959903126928095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/2631959903126928095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/02/ajarkan-aqidah-pada-anak.html' title='AJARKAN AQIDAH PADA ANAK'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-7179230180610313605</id><published>2009-05-15T03:32:00.000+01:00</published><updated>2009-05-16T02:24:34.885+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AKHIRAT DALAM BERITA'/><title type='text'>PERTANYAAN ALAM KUBUR</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Allah berfirman [artinya]: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;‘’Allah meneguhkan  orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia  dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan berbuat apa  yang Dia kehendaki’’ (Ibrahim: 27) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Al-Bukhari meriwayatkan dari Al-Barra  bin ‘Azib radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam  bersabda, ‘’Apabila seorang muslim ditanya di dalam kubur, maka dia bersaksi  babwa tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah rasul Allah. Itulah  maksud firman Allah, Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan  yang teguh di dalam kehidupan dunia dan di akhirat’’ (HR Bukhari dan Muslim)  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Hadits ini pun diriwayatkan oleh Muslim dan sejumlah kelompok orang yang  menerima dari hadits Syu'bah juga. &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Imam Ahmad meriwayatkan dari al-Barra  bin Azib, dia berkata, ‘’Kami mengantarkan jenazah salah seorang dari kaum  Anshar bersama Rasulullah. Kami tiba ke suatu kubur yang belum ditutup lahat.  Maka Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam duduk dan kami pun duduk di  sekitarnya. Seolah-olah di atas kepala kaini ada burung sedang di kakinya ada  kayu yang hendak dijatuhkan ke bumi. Beliau menengadahkan kepalanya lalu  bersabda, 'Mintalah perlindungan kepada Allah dari azab kubur.' Beliau  mengatakannya dua atau tiga kali. Kemudian beliau melanjutkan, 'Apabila seorang  hamba yang beriman meninggalkan dunia dan menghadap akhirat, maka turunlah  kepadanya para malaikat dari langit yang berwajah putih seperti matahari. Mereka  membawa kain kafan dan membawa beberapa selimut dari surga. Mereka duduk di  dekat hamba itu dengan mengarahkan pandangan. Kemudian datanglah malaikat maut  dan duduk di dekat kepala hamba seraya berkata, 'Hai nafsu yang baik, keluarlah  untuk menuju maghfirah dan keridhaan dari Allah.' Maka nafsu pun keluar mengalir  seperti mengalirnya tetesan air dari minuman. Malaikat maut mengambilnya.  Tatkala ia mengambilnya, maka para malaikat lain tidak membiarkan nafsu itu  berada di tangan malaikat maut sekejap mata pun sehingga mereka mengambilnya  lalu meletakkan di dalam kafan dan selimut tersebut. Dari nafsu (ruh) itu keluar  semerbak wangi yang lebih harum daripada kesturi yang ada di permukaan bumi.  Para malaikat membawanya naik. Tidaklah mereka melintasi suatu kelompok malaikat  melainkan mereka berkata, Bau harum apakah itu?' Para malaikat pembawa ruh  menjawab, 'Ia adalah bau ruh si fulan bin fulan.' Mereka memanggilnya dengan  nama terbaik yang dahulu digunakan di dunia. Akhirnya, sampailah mereka di  langit dunia. Mereka meminta dibukakan untuk ruh itu. Lalu dibukakanlah untuknya  serta disambutlah oleh setiap malaikat penghuni langit lalu diantarkanlah hingga  ke langit berikutnya, hingga sampai di langit ketujuh.’’ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Maka Allah  Ta'ala berfirman [artinya], ‘’Tuliskanlah catatan hamba-Ku di dalam surga yang  tinggi dan kembalikanlah dia ke bumi karena dari bumilah Aku menciptakan mereka  dan ke bumilah Aku mengembalikan mereka serta dari bumilah Aku mengeluarkan  mereka pada kali yang kedua. Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda,  Kemudian ruh itu dikembalikan ke jasadnya. Ia didatangi oleh dua malaikat lalu  mendudukkannya. Kedua malaikat berkata kepadanya, 'Siapakah Tuhanmu?' Dia  menjawab, 'Tuhanku adalah Allah.' Kedua malaikat itu bertanya, 'Apa agamamu?'  Dia menjawab,'Agamaku Islam.' Kedua malaikat bertanya,'Siapakah prang yang  diutus kepadamu?' Dia menjawab,'Orang itu adalah Rasulullah.' Kedua malaikat  bertanya,'Apa pengetahuanmu?' Dia menjawab,'Aku membaca kitab Allah, maka aku  mengimani dan membenarkannya.' Tiba-tiba ada seorang penyeru dari langit,  'Benarlah hamba-Ku. Maka hamparkanlah untuknya.sebagian dari hamparan surga dan  kenakanlah kepadanya sebagian pakaian surga serta bukakanlah baginya sebuah  pintu dari surga.’’ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ‘’Maka  didatangkanlah kepadanya ruh dan kebaikannya. Allah melapangkan kuburan itu  baginya seluas mata memandang. Kemudian datanglah kepadanya seorang laki-laki  berwajah tampan, berpakaian bagus, dan berbau harum, lalu bertanya,  'Bergembiralah dengan apa yang menggembirakanmu. Inilah hari yang dahulu  dijanjikan kepadamu.' Mayat orang mukmin berkata, 'Siapakah kamu? Wajahmu  merupakan wajah yang datang untuk membawa kebaikan.' Orang itu menjawab, 'Aku  adalah amal salehmu.' Mayat orang mukmin berkata, 'Ya Tuhanku, segerakanlah  kiamat agar aku dapat kembali kepada keluargaku dan hartaku’’. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Nabi  shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ‘’Sedangkan apabila seorang hamba yang  kafir meninggalkan dunia dan menuju akhirat, maka turunlah kepadanya para  malaikat dari langit yang berwajah hitam. Mereka membawa tenunan kasar dan duduk  di dekatnya sambil mengawasinya. Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk di  dekat kepalanya seraya berkata, 'Hai ruh yang buruk, keluarlah untuk menuju  kemurkaan dan kemarahan dari Allah.' Nabi bersabda, 'Maka ruh meninggalkan  jasadnya. Malaikat maut mencabut ruh seperti menarik tusuk besi dari daging  basah. Malaikat maut mencabutnya. Setelah dia mencabutnya, dia tidak membiarkan  di tangannya sekejap pun sehingga ruh itu disimpan di dalam tenunan kasar. Maka  keluarlah darinya bau yang lebih busuk dari bangkai terbau yang ada muka bumi.  Para malaikat membawanya naik. Tidaklah mereka melintasi suatu kelompok malaikat  melainkan mereka berkata, Bau busuk apakah ini?' Mereka menjawab, 'Ini bau busuk  si fulan bin fulan.' Mereka memanggilnya dengan nama terburuk yang dahulu  digunakan di muka bumi. Mereka sampai di langit dunia seraya meminta dibukakan  pintu untuknya. Namun pintu itu tidak dibukakan untuknya. Lalu Rasulullah  shalallahu ’alaihi wa sallam membaca ayat [artinya], 'Tidak dibukakan baginya  pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga hingga unta masuk ke dalam  lubang jarum.' Maka Allah Ta'ala berfirman [artinya], 'Tuliskanlah baginya  tempat di dasar bumi yang terendah.' Kemudian malaikat melemparkan ruh itu  dengan keji. Lalu Rasulullah membaca ayat [artinya], 'Adapun orang yang  menyekutukan Allah, maka dia seolah-olah jatuh dari langit, lalu disambar burung  atau dia dihempaskan oleh angin ke tempat yang jauh.' &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kemudian ruh itu  kembali ke jasadnya. Lalu datanglah dua malaikat seraya mendudukkannya dan  berkata, 'Siapakah Tuhanmu?' Dia menjawab, 'A... e... aku tidak tahu.' Kedua  malaikat itu bertanya, 'Apa agamamu?' Dia menjawab, 'A... e... aku tidak tahu.'  Kedua malaikat bertanya,'Siapakah orang yang diutus kepadamu?' Dia menjawab,  'A... e... aku tidak tahu.' Tiba-tiba ada seorang penyeru dari langit, 'Hamba-Ku  berbohong. Maka hamparkanlah untuknya sebagian dari hamparan neraka dan  bukakanlah baginya sebuah pintu dari pintu neraka. Lalu datanglah kepadanya  panas dan racun api neraka. Allah menyempitkan kuburan itu baginya hingga tulang  rusuknya berceceran. Kemudian datanglah kepadanya seorang laki-laki berwajah  buruk, berpakaian buruk, dan berbau busuk, lalu berkata, 'Bergembiralah dengan  apa yang menyedihkanmu. Inilah hari yang dahulu dijanjikan kepadamu.' Mayat  orang kafir berkata, 'Siapakah kamu? Wajahmu merupakan wajah yang datang untuk  membawa keburukan.' Orang itu menjawab, 'Aku adalah amal burukmu.' Mayat orang  kafir berkata, 'Ya Tuhanku, janganlah Engkau menyegerakan kiamat.' Hadits ini  pun diriwayatkan dari Abu Daud dari hadits al-Amasy, an-Nasa'i, dan Ibnu Majah  dari hadits al-Manhal bin Amr. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Imam Abd bin Humaid rahimahullah ta'ala  meriwayatkan di dalam musnadnya dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah shalallahu  ’alaihi wa sallam bersabda, 'Apabila seorang hamba diletakkan di dalam kuburnya,  ditinggalkan oleb para sababatnya dan dia dapat mendengar suara sandal mereka,  maka datanglah dua malaikat lalu mendudukkannya seraya bertanya, 'Bagaimana  pendapatmu tentang orang ini?' Nabi bersabda, Jika mayat itu orang mukmin, maka  dia menjawab, 'Aku bersaksi babwa dia adalah hamba dan Rasul Allah.'Dikatakan  kepada hamba itu, 'Lihatlah tempatmu di neraka dan Allah telah menggantinya  dengan tempat di surga.' Kemudian Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda,  Lalu orang itu melibat kedua tempat itu. ' &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Qatadah menceritakan: telah  diceritakan kepada kami bahwa Allah akan melapangkan kuburan bagi seorang mukmin  seluas 70 hasta dan memenuhinya dengan kelembutan hingga hari kiamat. Hadits itu  pun diriwayatkan oleh Muslim dari Abd bin Humaid dan dikemukakan oleh an-Nasa'i  dari hadits Yunus. bin Muhammad al-Mu'dib. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Jarir menwayatkan dari Abi  Hurairah, dari Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam, beliau bersabda, Demi Zat yang  jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya mayat masih dapat mendengar  suara sandalmu tatkala kamu meninggalkannya. Jika dia orang yang beriman, maka  shalat berada di dekat kepalanya, zakat di sebelah kananya, shaum di sebelah  kirinya, dan aneka amal kebaikan seperti sedekah, silaturahmi, kemakrufan, dan  ihsan kepada manusia berada di dekat kedua kakinya. Kemudian didatangkan  malaikat dari arah kepalanya, maka shalat berkata, 'Tidak ada jalan dari  arahku.' Kemudian didatangkan malaikat dari arah kanannya, maka zakat berkata,  'Tidak ada jalan dari arahku.' Kemudian didatangkan malaikat dari arah kirinya,  maka shaum berkata, 'Tidak ada jalan dari arahku.' Kemudian didatangkan malaikat  dari arah kakinya, maka aneka amal kebaikan berkata, 'Tidak ada jalan dari  arahku.' Kernudian dikatakan kepada mayat, 'Duduklah.' Mayat pun duduk. Saat  itu, matahari tampak olehnya sudah menjelang terbenam. Mayat itu ditanya,  'Jawablah hat-hal yang hendak kami tanyakan kepadamu.' Mayat berkata,'Beri aku  waktu untuk shalat.' Malaikat berkata, 'Kamu akan mengerjakannya nanti. Sekarang  jawab dulu hal-hal yang akan kami tanyakan kepadamu.' Mayat bertanya, 'Masalah  apakah yang hendak kau tanyakan?' Maka dikatakan, 'Bagaimana pendapatmu tentang  seorang laki-laki yang ada di tengah-tengahmu dahulu, apa pendapatmu dan apa  kesaksianmu terhadapnya?' Mayat berkata, 'Maksudmu Muhammad?' Malaikat  berkata,'Benar.' Mayat berkata, 'Aku bersaksi bahwa dia merupakan rasul Allah.  Sesungguhnva dia datang kepada kami dengan membawa aneka penjelasan dari sisi  Allah, maka kami membenarkannya.' Maka dikatakan kepada mayat, 'Di atas  pandangan itulah kamu hidup, mati, dan dibangkitkan. Insya Allah.' Kemudian  dilapangkanlah kuburannya seluas 70 hasta dan diterangi. Dibukakan baginya  sebuah pintu menuju surga, lalu dikatakan, 'Lihatlah apa yang dijanjikan oleh  Allah untukmu di surga.' Maka semakin bertambahlah keinginan dan kegembiraannya.  Kemudian jiwanya ditempatkan dalam tubuh yang baik, yaitu berupa burung hijau  yang bergantung di pohon surga. Kemudian jasad dikembalikan kepada asal  ciptaannya, yaitu tanah. Itulah yang dimaksud oleh firman Allah Ta'ala  [artinya], ''Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan perkataan yang  kokoh di dalam kehidupan dunia dan di akhirat''. Hadits itu pun diriwayatkan  oleh Ibnu Hibban. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sehubungan dengan ayat ini al-Aufi meriwayatkan dari  Ibnu Abbas, dia berkata bahwa, sesungguhnya jika seorang mukmin meninggal, maka  para malaikat mengunjunginya, memberinya salam, dan menghiburnya dengan surga  serta diceritakan pula ihwalnya seperti telah dikemukakan dalam hadits di atas.  Kemudian Ibnu Abbas berkata bahwa, adapun terhadap mayat orang kafir, maka  malaikat turun sambil memukulkan sayapnya. Allah berfirman [artinya], ''Mereka  memukul wajah dan bagian belakang mereka ketika mati''. Apabila dia masuk ke  dalam kubur, maka didudukkan, lalu ditanya, 'Siapakah Tuhanmu?' Maka dia tidak  ingat apa-apa dan dibuat lupa oleh Allah akan hal itu. Jika ditanya, 'Siapakah  rasul yang diutus kepadamu?' Maka dia tidak memperoleh jawaban dan tak ingat apa  pun. Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah mengerjakan apa yang Dia  kehendaki’‘ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Diambil dari Ringkasan Tafsir Ibnu Katsier, Syaikh Muhammad  Ar-Rifa'i &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-7179230180610313605?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/7179230180610313605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=7179230180610313605&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/7179230180610313605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/7179230180610313605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/05/pertanyaan-alam-kubur.html' title='PERTANYAAN ALAM KUBUR'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-7277336187517740251</id><published>2009-05-12T06:50:00.003+01:00</published><updated>2009-05-27T06:42:35.689+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PHOTO HANA'/><title type='text'>AJA NANGIS.....</title><content type='html'>haaaaaaaa......&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgkPdnL3c1I/AAAAAAAAAD8/kj0FHhGRJho/s1600-h/Picture+055.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334812235006440274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgkPdnL3c1I/AAAAAAAAAD8/kj0FHhGRJho/s320/Picture+055.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/ShzJcN5xW1I/AAAAAAAAAFI/iPIvwNsSbZM/s1600-h/DSC00673.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340364744760056658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/ShzJcN5xW1I/AAAAAAAAAFI/iPIvwNsSbZM/s320/DSC00673.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;heeeee....ga aissss.......heeeeeee&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-7277336187517740251?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/7277336187517740251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=7277336187517740251&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/7277336187517740251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/7277336187517740251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2009/05/haaaaaaaa.html' title='AJA NANGIS.....'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgkPdnL3c1I/AAAAAAAAAD8/kj0FHhGRJho/s72-c/Picture+055.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-6603563810703585</id><published>2009-05-12T04:04:00.000+01:00</published><updated>2009-05-12T06:43:17.216+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PHOTO HANA'/><title type='text'>HANANIA LAGI APA YAAAA......</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SDeIr4XREMI/AAAAAAAAACM/SaWf42vTVHo/s1600-h/Picture+019.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203778181895622850" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SDeIr4XREMI/AAAAAAAAACM/SaWf42vTVHo/s320/Picture+019.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; "baPaaaaaaaa.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-6603563810703585?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/6603563810703585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=6603563810703585&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/6603563810703585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/6603563810703585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/05/hana-latihan-adzan.html' title='HANANIA LAGI APA YAAAA......'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SDeIr4XREMI/AAAAAAAAACM/SaWf42vTVHo/s72-c/Picture+019.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-8726961916449369551</id><published>2009-01-16T08:44:00.005Z</published><updated>2009-05-16T01:44:38.878+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AKHIRAT DALAM BERITA'/><title type='text'>SURGA DI DEPAN MATA</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Surga adalah suatu pembalasan yang agung dan pahala tertinggi bagi para hamba Allah yang taat. Surga merupakan suatu kenikmatan sempurna. Tak ada sedikit pun kekurangannya. Tak ada kemuraman di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penggambaran surga yang difirmankan oleh Allah swt. dan disabdakan oleh Nabi saw., memang hampir tak mampu kita gambarkan dengan otak dan imajinasi kita yang terbatas ini. Betapa sulit membayangkan kenikmatan yang demikian besar. Sungguh kemampuan &lt;span id="fullpost"&gt;imajinasi kita akan terbentur pada keterbatasannya. &lt;br /&gt;Kita coba untuk memvisualisasikan dalam angan hadits Qudsi yang menceritakan tentang gambaran surga berikut ini,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;أعددت لعبادي الصالحين ما لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Kami sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu, yang tak pernah terlihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga dan tak pernah terlintas oleh hati manusia…”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;“&lt;em&gt;Seorang pun tak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (As-sajdah 17)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. menentukan hari masuknya ke surga pada waktu tertentu dan memutuskan jatah hidup di dunia pada batas waktu tertentu serta menyiapkan di dalam surga berbagai kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan terlintas dalam hati. Dia memperlihatkan dengan jelas surga kepada mereka agar dapat melihatnya dengan mata hatinya karena penglihatan mata hati lebih tajam daripada pandangan mata kepala.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;“Sesungguhnya jika salah seorang dari kalian meninggal dunia, maka kursinya diperlihatkan kepadanya setiap pagi dan petang. Jika ia penghuni surga, maka ia adalah penghuni surga. Jika ia penghuni neraka, maka ia adalah penghuni neraka. Kemudian dikatakan, Inilah kursimu hingga Allah Ta’ala membangkitkanmu pada hari kiamat nanti.” Bukhari-Muslim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Nabi Muhammad saw. telah melihat di dekatnya terdapat surga tempat tinggal sebagaimana disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim hadits dari Anas dalam kisah Isra’ dan Mi’raj. Pada akhir hadits tersebut dijelaskan,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;“Jibril berjalan terus hingga tiba di Sidratul Muntaha dan ternyata Sidratul Muntaha ditutup dengan warna yang tidak aku ketahui.” kata Rasulullah saw. lebih lanjut, “Kemudian aku masuk ke dalam surga dan ternyata di dalamnya terdapat kubah dari mutiara dan tanahnya beraroma kesturi. Bukhari-Muslim&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Simaklah sebuah puisi tentang surga:&lt;br /&gt;Wahai penghuni surga, kalian di surga ini&lt;br /&gt;Tetap dalam kenikmatan dan tak pernah terputus&lt;br /&gt;Hidup terus dan tidak akan mati&lt;br /&gt;Kalian berdomisili di sini terus dan tak akan pindah tempat&lt;br /&gt;Dan kalian muda terus serta tidak tua&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;“Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, “Kesejahteraan (dilimpahkan) atas kalian, berbahagialah kalian! Maka masukilah surga ini, sedang kalian kekal di dalamnya.” Az-Zumar 39:73&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cobalah renungkan ketika kelompok di atas digiring menuju tempatnya di surga secara berkelompok. Kelompok yang bahagia bersama dengan saudara-saudaranya. Mereka beriringan dan bersatu padu. Masing-masing dari mereka terlibat dalam amal perbuatan dan saling kerjasama dengan kelompoknya serta memberi kabar gembira kepada orang-orang yang hatinya kuat sebagaimana di dunia pada saat mereka bersatu dalam kebaikan. Selain itu, setiap orang dari saling canda antar sesamanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;“(Yaitu) Surga Aden yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka. Di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga tersebut.” Shaad: 50-51&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anda perhatikan bahwa ada makna indah pada ayat di atas ketika mereka telah masuk ke dalam surga, maka pintu-pintu itu tidak tertutup bagi mereka dan dibiarkan terbuka lebar untuk mereka. Sedangkan neraka, jika para penghuninya telah masuk ke dalamnya, maka pintu-pintu langsung ditutup rapat bagi mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;“Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka.” Al-Humazah:8&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dibiarkannya pintu-pintu surga terbuka untuk para penghuninya adalah isyarat bahwa mereka dapat bergerak secara leluasa bagi mereka. Serta masuknya para malaikat masuk setiap waktu kepada mereka dengan membawa hadiah-hadiah dan rizki untuk mereka dari Rabb mereka serta apa saja yang menggembirakan mereka dalam setiap waktu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Di surga terdapat delapan pintu. Ada pintu yang namanya Ar-Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang puasa.” Bukhari dan Muslim&lt;br /&gt;“Barang Siapa yang berinfak dengan sepasang unta atau kuda atau lainnya di jalan Allah swt., maka ia dipanggil dari pintu-pintu surga. “Wahai hamba Allah, pintu ini lebih baik. Barang Siapa yang rajin shalat, maka ia dipanggil di pintu shalat. Barang Siapa berjihad, maka ia dipanggil di pintu jihad. Barang Siapa rajin bershadaqah, maka ia masuk dari pintu shadaqah. Dan barang siapa puasa, maka ia dipanggil dari Ar-rayyan.”Abu Bakar berkata,”Wahai Rasulullah, apakah setiap orang dipanggil dari pintu-pintu tersebut? Adakah orang dipanggil dari semua pintu tersebut? Rasulullah saw. menjawab,”Ya, dan aku berharap engkau termasuk dari mereka.”&lt;br /&gt;“Siapa di antara kalian yang berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya lalu membaca Asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahulaa syarikalahu wa asyhadu anna Muhammadan abduhu warasuluhu, maka dibukakan baginya pintu-pintu surga yang berjumlah delapan dan ia masuk dari mana saja yang ia sukai.” Imam Muslim&lt;br /&gt;“Jika seorang muslim mempunyai tiga orang anak yang belum baligh kemudian meninggal dunia, maka mereka menjumpainya di pintu-pintu surga yang delapan dan ia bebas masuk dari pintu mana saja yang ia sukai.” k&lt;br /&gt;“Demi Muhammad yang jiwanya ada di Tangan-Nya, jarak antara dua daun pintu surga adalah seperti Makkah dan Hajar atau Hajar dan Makkah.” Imam Bukhari&lt;br /&gt;Dalam redaksi lain,&lt;br /&gt;“Antara Makkah dan Hajar atau Makkah dengan Bushra.” (Hadits ini keshahihannya disepakati pakar hadits).&lt;br /&gt;“Kalian adalah penyempurna tujuh puluh umat. Kalian adalah umat yang terbaik dan termulia di sisi Allah. Jarak di antara dua daun pintu surga adalah empat puluh tahun. Pada suatu hari ia akan penuh sesak.” Imam Ahmad&lt;br /&gt;“Pintu yang dimasuki oleh penghuni surga jaraknya adalah sejauh perjalanan pengembara dunia yang ahli, tiga kali lipat. Kemudian penghuni surga memenuhinya hingga pundak mereka nyaris lengkap.” Abu Nu’aim&lt;br /&gt;“Allah Azza wajalla menciptakan Adam mirip dengan wajah-Nya. Postur tubuh Adam adalah enam puluh hasta. Usai menciptakan Adam Allah berfirman, “Pergilah dan ucapkan salam kepada sekumpulan tersebut. Mereka adalah para malaikat yang sedang duduk-duduk dan mendengarkan salam yang mereka sampaikan kepadamu, karena salam tersebut adalah salammu dan salam anak keturunanmu.”&lt;br /&gt;Kata Rasulullah saw., “Lalu Adam pergi ke tempat mereka dan berkata, “Salam sejahtera atas kalian.” Mereka menjawab, “Salam sejahtera juga atasmu dan begitu juga rahmat Allah.” Kata Rasulullah saw. lebih lanjut, “Maka setiap orang yang masuk ke dalam surga wajahnya seperti wajah Adam dan postur tubuhnya adalah enam puluh hasta. Setelah Adam, manusia mengecil hingga sekarang.” Ahmad, Bukhari dan Muslim&lt;br /&gt;“Penghuni surga masuk ke dalam surga dengan rambut pendek, belum berjenggot, matanya bercelak dan usianya tiga puluh tiga tahun.” Imam Tirmidzi&lt;br /&gt;“Jika penghuni surga meninggal dunia, baik pada saat kecil atau tua, maka mereka dikembalikan dengan usia tiga puluh tahun di surga dan usianya tidak bertambah selama-lamanya. Begitu juga penghuni neraka.” Imam Tirmidzi&lt;br /&gt;“Penghuni surga masuk surga dengan ketinggian Adam, enam puluh hasta dengan ukuran orang besar, dengan wajah tampan setampan Nabi Yusuf, Seusia Nabi Isa, tiga puluh tiga tahun, lidahnya fasih sefasih Nabi Muhammad, belum berjenggot dan berambut pendek.” Ibnu Abu Dunya&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang lain, “Sesungguhnya derajat penghuni surga yang paling rendah yang berada di tingkat keenam dan ketujuh. Disediakan baginya tiga ratus pelayan yang setiap pagi dan sore melayaninya dengan memberikan tiga ratus piring. Yang saya ketahui piring tersebut terbuat dari emas.”&lt;br /&gt;“Setiap piring mempunyai warna tersendiri yang tidak dimiliki oleh piring yang lain. Ia menikmati dari piring yang pertama hingga piring terakhir. Pelayan-pelayan juga memberikan tiga ratus minuman di mana setiap minuman mempunyai warna tersendiri yang tidak dimiliki oleh tempat minum yang lain. Ia menikmati tempat minum pertama hingga tempat minum terakhir.”&lt;br /&gt;Ia berkata,” Rabbku, jika Engkau mengizinkan, maka aku akan memberi makan dan minum kepada penghuni surga dengan tidak mengurangi jatah yang diberikan kepadaku. “Sesungguhnya ia mempunyai istri sebanyak tujuh puluh dua orang yang berasal dari wanita-wanita surgawi yang matanya cantik jelita belum temasuk istri-istrinya dari wanita dunia. Salah seorang dari istri-istri mereka mengambil tempat duduknya yang panjangnya satu mil ukuran dunia.”(HR Ahmad)&lt;br /&gt;“Dan penghuni surga yang paling tinggi atau mulia di sisi Allah adalah orang yang melihat wajah Allah setiap pagi dan petang. Kemudian Rasulullah saw. membaca ayat, “Wajah-wajah (orang-orang Mukmin) pada saat itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat.” HR Tirmidzi&lt;br /&gt;“Saya datang ke pintu surga, lalu saya buka. Sang penjaga bertanya, “Siapakah Anda?” Saya menjawab, “Saya Muhammad.” Penjaga pintu lalu berkata, “Saya memang diperintah agar pintu surga ini tidak saya buka sebelum Anda terlebih dulu masuk.” Imam Muslim&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, “Jibril datang kepada saya dan memberi informasi tentang pintu surga yang akan dimasuki oleh umatku.” Mendengar itu, Abu Bakar bertanya, “Ya Rasulullah saw. aku ingin bersamamu hingga dapat melihat pintu surga.” Rasulullah menjawab, “Engkau wahai Abu bakar, adalah orang pertama dari umatku yang memasuki surga.” Imam Bukhari-Muslim&lt;br /&gt;Pertama kali dari golongan umat yang masuk surga tanpa melalui proses hisab ialah mereka yang berderajat tinggi dan agung dalam iman dan taqwanya, beramal shaleh dan istiqamah.&lt;br /&gt;“Mereka berbaris dalam satu regu, wajah mereka memancarkan kepuasan seperti rembulan saat pertama. Tubuh mereka bersih dari kotoran. Tidak meludah, tidak berdahak dan tidak pula buang air. Tempat-tempat singgahnya terbuat dari emas, sisirnya terbuat juga dari emas dan perak. Tempat apinya adalah kayud, keringatnya berupa minyak misyk, setiap lelaki memiliki pasangan istri yang kulitnya cemerlang seolah-olah sumsumnya tampak dari balik daging. Mereka tidak pernah berselisih, tidak saling membenci sebab mereka sehati. Bacaannya tiap kali adalah tasbih, setiap pagi maupun sore.” Imam Bukhari&lt;br /&gt;Rasulullah saw. Bersabda:&lt;br /&gt;“Pasti masuk surga di antara umatku yang berjumlah tujuh puluh ribu orang tanpa hisab atau tujuh ratus ribu orang. Mereka saling bergandeng hingga masuk surga semuanya. Wajah mereka seperti rembulan pada saat pertama.” Imam Bukhari dan Muslim&lt;br /&gt;Ibnu Abas ra berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda:&lt;br /&gt;“Semua umat diperlihatkan kepadaku kemudian aku lihat ada nabi yang diikuti oleh sekelompok orang pengikutnya. Ada nabi yang diikuti oleh satu dan dua orang. Ada nabi yang tidak diikuti oleh sorangpun. Diangkat kepadaku kumpulan manusia yang sangat banyak lalu aku mengira bahwa mereka adalah umatku lalu dikatakan kepadaku, “Ini adalah Musa dan kaumnya. Lihatlah ke ufuk langit!” Lalu aku melihat ke ufuk langit dan ternyata di sana ada kumpulan manusia yang sangat banyak. Dikatakan kepadaku, “Ini adalah umatmu dan di antara mereka ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa dihisab dan disiksa. Setelah itu Rasulullah masuk ke dalam rumah.&lt;br /&gt;“Sementara orang-orang sibuk membicarakan siapa sebenarnya mereka yang masuk ke dalam surga tanpa hisab dan tanpa disiksa. Sebagian mereka berkata,&lt;br /&gt;“Barangkali mereka adalah mereka yang menemani Rasulullah saw.” Sebagian yang lain berkata, “Barangkali mereka adalah yang dilahirkan dalam keadaan Islam dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun.” Mereka juga menafsirkan dengan berbagai macam tafsiran.&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah ke luar menemui mereka dan bertanya, “Apa yang kalian bicarakan?” Mereka pun menceritakan hasil pembicaraannya. Lantas Rasulullah saw. bersabda,” Mereka adalah orang-orang yang meruqyah dan tidak minta diruqyah, tidak jatuh dalam tathayyur (mengaitkan nasib dengan burung atau lainnya) dan hanya kepada Allah mereka bertawakkal.”&lt;br /&gt;Ukasyah bin Mihshan berdiri lalu berkata, “Berdoalah kepada Allah agar Ia menjadikan aku di antara mereka. “Rasulullah saw. menjawab, “Anda termasuk di antara mereka!” Orang laki-laki yang lain berdiri dan berkata, “Berdoalah kepada Allah agar Allah menjadikanku di antara mereka!” Rasulullah saw. menjawab, “Anda kalah cepat dengan ‘Ukasyah.”&lt;br /&gt;Ibnul Atsir telah mengumpulkan perawi-perawi hadits ini di dalam Yamiil Ushul, dan di antara hadits itu menceritakan bahwa Abdullah bin Mas’ud ra menyampaikan bahwa Rasulullah saw. Bersabda:&lt;br /&gt;“Aku tahu orang terakhir yang ke luar dari neraka dan terakhir masuk surga. Ia ke luar dari neraka sambil merangkak, lalu Allah berfirman kepadanya,” Pergi dan masuklah ke surga!” Orang itu kemudian pergi menuju surga, namun terbayang olehnya bahwa surga telah penuh, lalu ia kembali kepada Allah dan berkata,” Ya Allah, surga sudah penuh.” Allah berfirman kepadanya,&lt;br /&gt;“Pergilah dan masuklah ke dalam surga, sebab di sana tidak seperti di dunia melainkan sepuluh kali dunia. Lalu ia berkata, “Apakah Engkau ejek aku, atau Engkau tertawakan aku, sedang Engkau adalah Raja?”&lt;br /&gt;Sebuah hadits riwayat Muslim menyampaikan hal serupa. Dikisahkan, Nabi bercerita tentang laki-laki yang masuk ke surga yang terakhir. Laki-laki itu berjalan pelan-pelan. Allah menyuruhnya segera masuk ke surga. Ia pun berjalan ke arah surga dengan hati yang bimbang. Ia angankan, setiap orang di surga itu telah memiliki rumah sendiri-sendiri. Dalam hatinya ia bertanya, dengan apakah ia akan bertempat tinggal?”&lt;br /&gt;Maka untuk memastikan hatinya, Allah bertanya, “Apakah engkau masih ingat, setiap orang berada di rumahnya sendiri-sendiri?” Ingat ya Allah…”jawabnya penuh dengan angan harapan. “Sepuluh kali lipat rumah dunia?” tanya Allah. Apakah Engkau menghinaku ya Allah, sedangkan Engkau adalah Raja?” Dalam menceritakan itu Nabi tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya.”&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita semua diizinkan oleh Allah Ta’ala menjadi orang-orang yang senantiasa istiqamah di dalam meniti hidup dan kehidupan ini, sehingga ketika ruh ini dicabut oleh-Nya kita menerima anugerah husnul khatimah. Sehingga kita termasuk dan dimasukkan oleh Allah Ta’ala ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang dipanggil dengan penuh kelembutan:&lt;br /&gt;“Yaa ayyathuna-nafsul muthma innah, irji-i ila Rabbiki raadhiatan mardhiyyah, fadkhulii fi ibadi wadkhuli jannati.”&lt;br /&gt;Amin ya mujibas-saailin. Allahu a’alam&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-8726961916449369551?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/8726961916449369551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=8726961916449369551&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/8726961916449369551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/8726961916449369551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2009/01/surga-di-depan-mata.html' title='SURGA DI DEPAN MATA'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-688800874491394444</id><published>2009-01-16T03:08:00.004Z</published><updated>2009-05-16T01:47:40.594+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AKHIRAT DALAM BERITA'/><title type='text'>ALAM KUBUR</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SDd9W4XRELI/AAAAAAAAACE/mixKvHU9dcU/s1600-h/kuburan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203765726490464434" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 179px" height="96" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SDd9W4XRELI/AAAAAAAAACE/mixKvHU9dcU/s320/kuburan.jpg" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:arial;color:#666600;"&gt;&lt;strong&gt;Manusia adalah makhluk Allah swt. yang diciptakan dari tanah (at-turab) dan ruh. Allah swt. membekalinya dengan hati,akal, dan jasad sehingga manusia memiliki tekad (al-‘azmu), ilmu dan amal. Dengan berbekal ketiganya manusia diberi amanah oleh Allah swt., sebuah amanah yang makhluk-makhluk lain yang jauh lebih besar dari manusia, seperti langit, bumi dan gunung-gunung, menolak untuk menerimanya (Al-Ahzab: 72). &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Amanah yang diterima manusia berupa ibadah (Adz-Dzariyat: 56) yang merupakan tujuan penciptaannya dan khilafah (Al-Baqarah: 30) yang merupakan fungsi manusia di dunia. Kedua amanah ini kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hari akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya manusia hidup bukan hanya di dunia saja, tetapi telah menjalani kehidupan lain sebelum ke dunia dan akan menjalani kehidupan lainnya lagi setelah di dunia. Itulah tahapan-tahapan kehidupan manusia. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#336666;"&gt;Allah swt berfirman&lt;/span&gt;: &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#006600;"&gt;كَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;يْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati(1), lalu Allah menghidupkan kamu(2), kemudian kamu dimatikan(3) dan dihidupkan-Nya kembali(4), kemudian kepada-Nya-lah kamu(5).” (Al-Baqarah: 28)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar penjelasan ayat di atas ditunjukkan oleh:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Padahal kamu tadinya mati, ini &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;berarti Mati&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;lalu Allah menghidupkan kamu &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;berarti Hidup&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;kemudian kamu dimatikan &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;berarti Mati&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;dan dihidupkan-Nya kembali &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;berarti Hidup &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;berarti Dikembalikan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Secara lebih rinci, seluruh tahapan kehidupan yang telah dan akan dialami manusia ditunjukkan oleh:&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Seluruh manusia akan mengalami 14 (empat belas) alam, dari alam ruh hingga surga atau neraka. sebelas alam di antaranya adalah alam setelah manusia mati. Sungguh perjalanan yang sangat panjang menuju surga atau neraka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh tahapan kehidupan manusia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"padahal kamu tadinya mati "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;1) Alam Kesatu : ALAM ROH /ALAM ARWAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yakni alam Awal manusia diciptakan dan tidak ada satupun manusia mengetahuinya karena bagi Allah swt. tidak ada batas Ruang/Waktu dan Tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lalu Allah menghidupkan kamu "&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;2) Alam Kedua : ALAM RAHIM&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;yakni alam dimana manusia tercipta melalui suatu proses pembenihan di dalam Rahim/ kandungan yang lamanya sudah ditentukan 9 bulan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;3) Alam Ketiga : ALAM DUNIA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;yakni alam ujian sebagaimana yang kita sedang alami bersama sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kemudian kamu dimatikan "&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;4) Alam Keempat : ALAM SAKARATUL MAUT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yakni alam pada saat roh manusia dicabut oleh Allah swt yakni alam antara Dunia menuju alam kubur&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;5) Alam Kelima : ALAM KUBUR atau ALAM BARZAH,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;yakni alam di mana manusia akan memperolah Siksa atau Nikmat kubur tergantung perbuatannya selama hidupnya di dunia sambil menunggu datangnya hari kiamat. Dan bagi yang memperoleh nikmat kubur, mereka para ahlul kubur seperti tidur saja layaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan dihidupkan-Nya kembali "&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;6) Alam Keenam : KIAMAT atau disebut AKHIR ZAMAN atau Yaumul Qiyamah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; yakni alam dimana Allah swt memusnahkan Bumi - mahluk hidup beserta seluruh isinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;7) Alam Ketujuh: KEBANGKITAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;8 ) Alam Kedelapan : ALAM MASYHAR&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; yakni alam dimana Manusia dibangkitkan kembali dari Alam Kubur oleh Allah swt serta berkumpul di Padang Masyhar dan masing masing manusia tidak mengenal satu sama lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan "&lt;br /&gt;9&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;) Alam Kesembilan: BALASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) Alam Kesepuluh: DIHADAPKAN KEPADA ALLAH DAN PERHITUNGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11) Alam Kesebelas: KOLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12) Alam Keduabelas: TIMBANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13) Alam Ketigabelas: JALAN&lt;br /&gt;14) Alam Kesembilan : SORGA DAN NERAKA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;a) ALAM SORGA&lt;/span&gt;: alam kenikmatan bagi manusia yang selamat setelah dihisab oleh Allah swt.&lt;br /&gt;b&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;) ALAM NERAKA&lt;/span&gt;: alam kesengsaraan/siksaan bagi manusia yang tidak selamat setelah dihisab oleh Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Alam Kubur (Al-Barzakh)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;Alam kubur disebut juga alam barzakh (dinding), karena kubur adalah dinding yang memisahkan antara dunia dan akhirat. Di dalam Al-Qur’an kata “barzakh” disebut di tiga ayat, yaitu &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Al-Mu’minuun: 100, Al-Furqaan: 53, dan Ar-Rahmaan: 2&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;0&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Barzakh yang bermakna kubur terdapat pada surat Al-Mu’minuun: 100. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Allah swt. berfirman, &lt;span style="color:#006600;"&gt;“Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.”&lt;/span&gt; Sedangkan surat Al-Qurqaan: 53 dan Ar-Rahmaan: 20 berkaitan dengan dinding pemisah antara dua lautan.&lt;br /&gt;Allah swt. banyak menyebutkan tentang kubur di dalam Al-Qur’an baik secara eksplisit maupun implisit, begitu pula Rasulullah saw. di dalam haditsnya yang mulia.&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#993399;"&gt;Firman Allah swt. tentang alam kubur:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;“Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (Al-Hajj: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidak sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.” (Faathir: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.” (Al-Mumtahanah: 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala.” (70:43)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur.”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;(’Abasa: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur.” (Al-’Aadiyat: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (At-Takaatsur: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja.” (Al-Israa’: 52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah sekali-kali kamu menshalati (jenazah) seseorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendo’akan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (At-Taubah: 84)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.” (Al-Mu’minuun: 16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berkatalah orang-orang yang kafir: “Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur)?” (An-Naml: 67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (az-Zukhruuf: 11)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seseorang dari kamu berada dalam keadaan tasyahhud, maka hendaklah dia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan berdoa: yang bermaksud: Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepadaMu dari siksaan Neraka Jahannam, dari siksa Kubur, dari fitnah semasa hidup dan selepas mati serta dari kejahatan fitnah Dajjal.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#ff6600;"&gt;Dalam Lu’lu’ wal Marjan hadits no. 1822 - 1826 disebutkan sabda Nabi saw.,&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;“Sesungguhnya seorang jika mati, diperlihatkan kepadanya tempatnya tiap pagi dan sore. Jika ahli surga, maka diperlihatkan surga, dan bila ia ahli nereka (maka diperlihatkan neraka). Maka diberitahu: Itulah tempatmu kelak jika Allah membangkitkanmu di hari kiamat.”&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;(Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;“Nabi saw. keluar ketika matahari hampir terbenam, lalu beliau mendengar suara, maka bersabda: Orang Yahudi sedang disiksa dalam kuburnya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;(Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya seorang hamba jika diletakkan dalam kuburnya dan ditinggal oleh kawan-kawannya, maka didatangi dua malaikat, lalu mendudukannya keduanya dan menanyakan: Apakah pendapatmu terhadap orang itu (Muhammad saw.)? Adapun orang beriman maka menjawab, ‘Aku bersaksi bahwa dia hamba Allah dan utusanNya.’ Lalu diberitahu: Lihatlah tempatmu di api neraka, Allah telah mengganti untukmu tempat di sorga, lalu dapat melihat keduanya.” (Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang mukmin jika didudukkan dalam kuburnya, didatangi dua malaikat, kemudian dia mengucapkan, ‘Asyhadu an laa ilaaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah’ maka itulah arti firman Allah, ‘Allah akan menetapkan orang yang beriman dengan kalimat yang kokoh (Ibrahim: 27)’.” (Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika selesai Perang Badr, Nabi saw. menyuruh supaya melemparkan dua puluh empat tokoh Quraisy dalam satu sumur di Badr yang sudah rusak. Dan biasanya Nabi saw. jika menang pada suatu kaum maka tinggal di lapangan selama tiga hari, dan pada hari ketiga seusai Perang Badr itu, Nabi saw. menyuruh mempersiapkan kendaraannya, dan ketika sudah selesai beliau berjalan dan diikuti oleh sahabatnya, yang mengira Nabi akan berhajat. Tiba-tiba beliau berdiri di tepi sumur lalu memanggil nama-nama tokoh-tokoh Quraisy itu: Ya Fulan bin Fulan, ya Fulan bin Fulan, apakah kalian suka sekiranya kalian taat kepada Allah dan Rasulullah, sebab kami telah merasakan apa yang dijanjikan Tuhan kami itu benar, apakah kalian juga merasakan apa yang dijanjikan Tuhanmu itu benar? Maka Nabi ditegur oleh Umar: Ya Rasulallah, mengapakah engkau bicara dengan jasad yang tidak bernyawa? Jawab Nabi: Demi Allah yang jiwaku di TanganNya, kalian tidak lebih mendengar terhadap suaraku ini dari mereka.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;(Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;span style="color:#c0c0c0;"&gt;Sumber : Tim Dakwatuna&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-688800874491394444?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/688800874491394444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=688800874491394444&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/688800874491394444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/688800874491394444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/05/alam-kubur.html' title='ALAM KUBUR'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SDd9W4XRELI/AAAAAAAAACE/mixKvHU9dcU/s72-c/kuburan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-8996445394276898504</id><published>2009-01-05T02:23:00.002Z</published><updated>2009-05-16T01:54:50.888+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENDIDIK ANAK'/><title type='text'>JANGAN MEMBENTAK ANAK YAA....?</title><content type='html'>&lt;marquee direction="LEFT"&gt;AWAS ANAK JANGAN DIBENTAK-BENTAK LHOO.....&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bid…ayo mandi! Disuruh mandi saja kok malas amat!” bentak ibu Abid (7) seraya menyeret paksa anaknya yang sedang asyik bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fatma…jangan dekati kompor itu! Bahaya, tahu!” Bentak ayah Fatma yang memergoki putrinya (2) sedang mengutak-atik kompor minyak. Ketika bocah kecil itu menangis mendengar bentakan ayahnya, sang ayah malah kembali membentak, “Heh…diam!” Si kecil pun semakin ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membentak anak, sepertinya sudah menjadi kebiasaan sebagian orang tua. Saat melihat anak melakukan kesalahan, atau ketidakpatuhan, orang tua memang sering dibuat jengkel. Secara refleks, karena emosi, orang tua sering bermaksud ‘menasihati’, tapi diucapkan dengan nada tinggi. Kebiasaan ini juga lebih sering dilakukan oleh orang tua yang temperamental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, efektifkah menasihati anak dengan bentakan? Tentu tidak, sebab &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;kalau anak terlalu sering dibentak, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang minder, tertutup, bahkan pemberontak. Ia pun bisa menjadi temperamental dan meniru kebiasaan orang tuanya, suka membentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Nikah edisi Juni 2006 sudah dibahas cara  menasihati anak secara efektif (Menegur Perilaku, Menghargai Pelaku). Pada edisi kali ini, akan dipaparkan beberapa akibat bila anak terlalu sering menerima bentakan. Selain itu, akan dibahas pula bagaimana kiat menumbuhkan kepatuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee direction="LEFT"&gt;SALAH KAPRAH ORANG TUA&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;Seringkali orang tua baru bertindak ketika kesalahan telah dilakukan oleh anak. Bukan mencegah, mengarahkan, dan membimbing sebelum kesalahan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya orang tua mempertimbangkan tingkat perkembangan kejiwaan anak, sebelum membuat aturan. Jangan menyamakan anak dengan orang dewasa. Orang tua hendaknya menyadari bahwa dunia anak jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, ketika menetapkan apakah perilaku anak dinilai salah atau benar, patuh atau melanggar, jangan pernah menggunakan tolok ukur orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, orang tua yang habis kesabarannya sering  membentak dengan kata-kata yang keras bila anak-anak  menumpahkan susu di lantai, terlambat mandi, mengotori dinding dengan kaki, atau membanting pintu. Sikap orang tua tersebut seperti polisi menghadapi penjahat. Sebaliknya, orang tua sering lupa untuk memberikan perhatian positif ketika anak mandi tepat waktu, menghabiskan susu dan makanannya, serta memberesi mainannya. Padahal seharusnya, antara perhatian positif dengan perhatian negatif harus seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee direction="LEFT"&gt;PENGARUH TERHADAP ANAK&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang sering  diberi perhatian negatif, apalagi dengan teguran keras atau bentakan, akan mudah tertekan jiwanya. Kemungkinan  ia bisa  berkembang menjadi anak yang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee direction="LEFT"&gt;MINDER&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anak selalu dicela dan dibentak, dan tak pernah menerima perhatian positif saat ia melakukan kebaikan, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri atau minder. Akan tertanam dalam jiwanya bahwa ia hanyalah anak yang selalu melakukan kesalahan, tidak pernah bisa berbuat kebaikan atau menyenangkan orang lain. Akibatnya, ia sering ragu-ragu atau tidak percaya diri untuk melakukan atau mencoba sesuatu karena takut salah. Misalnya, ia jadi tidak pede  untuk mengaji atau membaca Al-Quran, gara-gara orang tuanya selalu membentaknya bila mendengar bacaannya salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee direction="RIGHT"&gt;CUEK/TIDAK PEDULI&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang selalu dibentak juga bisa berkembang menjadi anak yang cuek dan tidak peduli. Akibat sudah terlalu sering menerima bentakan, ia malah jadi apatis, tidak peduli. Ia pun sering mengabaikan nasihat orang tuanya. Mungkin saat  dibentak atau dimarahi ia terlihat diam mendengarkan, tapi sesungguhnya kata-kata orang tuanya hanya dia anggap angin lalu. Masuk ke telinga kanan lalu keluar lewat telinga kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee direction="LEFT"&gt;TERTUTUP&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua yang temperamental dan suka membentak, tentu akan menakutkan bagi anak. Ya, anak menjadi takut  pada orang tuanya sendiri, sehingga ia tumbuh menjadi pribadi yang tertutup. Ia tak pernah mau berbagi cerita dengan orang tuanya. Buat apa berbagi kalau nanti ujung-ujungnya ia akan disalahkan? Dengan demikian, komunikasi antara orang tua dan anak tidak bisa berjalan lancar. Hal ini tentu berbahaya, karena bila menghadapi masalah dan hanya disimpan sendiri, jiwa anak bisa sangat tertekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee direction="RIGHT"&gt;PEMBERONTAK/PENENTANG&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang bersikap menentang bisa digolongkan dalam 3 tipe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tipe penentang aktif. Mereka menjadi anak yang keras kepala, suka membantah dan membangkang apa saja kehendak orang tua. Mereka marah karena merasa tidak dihargai oleh orang tua. Untuk melawan jelas tak bisa, karena ia hanya seorang anak kecil. Maka ia pun berusaha menyakiti hati orang tuanya. Ia akan senang bila melihat orang tuanya jengkel dan marah karena ulahnya. Semakin bertambah emosi orang tua, semakin senanglah ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tipe penentang dengan cara halus. Anak-anak ini jika diperintah memilih sikap diam, tapi tidak juga memenuhi perintah. Sebagaimana Abid yang disuruh mandi oleh ibunya, tapi tak juga mau beranjak dari tempatnya bermain. Saat ia ditinggalkan sendiri di kamar mandi pun, ia tidak segera mandi, malah bermain air atau kapal-kapalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, tipe selalu terlambat. Anak seperti ini baru mengerjakan suatu perintah setelah terlebih dahulu melihat orang tuanya jengkel, marah, dan mengomel atau membentak-bentak karena kemalasannya. Misalnya Angga yang belum mau beranjak dari tempat tidurnya bila belum dibentak atau diomeli ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pemarah, temperamental dan suka membentak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak sering meniru sikap orang tuanya. Bila orang tua suka marah atau ‘main bentak’ karena sebab-sebab sepele, maka anak pun bisa berbuat hal yang sama. Jangan heran bila anak yang diperlakukan demikian, akan berlaku seperti itu terhadap adiknya atau  teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA MENUMBUHKAN KEPATUHAN?&lt;br /&gt;Setelah jelas bila bentakan tidak efektif untuk menumbuhkan kepatuhan, bahkan berpengaruh negatif bagi kepribadian anak, lalu bagaimanakah cara yang baik untuk menumbuhkan kepatuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Beri penjelasan pada anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaskan pada anak dengan bahasa yang ia mengerti, mengapa suatu hal diperintahkan dan hal lain dilarang. Jangan sekali-sekali memberi keterangan dusta dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Perintahkan sebatas kemampuannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah di luar kesanggupan dan kemampuan anak justru bisa menyebabkan krisis syaraf (neurotic) dan buruk perangai. Ada pepatah mengatakan, “Jika engkau ingin ditaati, maka perintahkanlah apa yang dapat dipenuhi.” Sebaiknya perintah itu dibagi-bagi dan tuntutan pelaksanaannya pun bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui sampai di mana batas kemampuan anak sesuai perkembangan usianya, diperlukan pengetahuan tersendiri. Sebaiknya orang tua memahami perkembangan anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak berdusta atau menakut-nakuti &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang orang tua mengatakan akan membelikan ini atau itu jika anak mematuhi perintahnya, tapi ternyata setelah anak patuh, orang tua tidak menepati janjinya. Itu berarti orang tua berdusta, dan bisa jadi anak tidak akan percaya lagi pada orang tuanya. Kedustaan seperti ini harus dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, orang tua juga sering menakut-nakuti anak dengan sesuatu yang seharusnya berguna baginya. Itu dilakukan karena ingin anaknya segera memenuhi perintah mereka. Misalnya menakut-nakuti anak dengan dokter, suntikan dan sebagainya. Ketakutan anak pada hal-hal tersebut bisa terbawa hingga ia dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jangan bertentangan dengan naluri anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gharizah atau naluri adalah kekuatan terpendam dalam diri manusia yang mendorongnya untuk melakukan beberapa pekerjaan tanpa berlatih terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah orang tua melarang anak bermain, atau membongkar dan memasang sesuatu. Jangan pula melanggar kebiasaan anak kalau tidak ingin mereka menggunakan jerit tangis sebagai senjatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik gharizah itu diarahkan sedemikian rupa sehingga anak bisa mengatur dirinya sendiri. Misalkan diberi perintah, “TPA nanti mulai ba’da asar lho, sekarang kan udah setengah tiga. Adik udah aja ya mainnya, dilanjutin besok aja, sekarang mandi dulu, kan udah mau adzan…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan itu tidak melarang anak bermain, dan tidak melanggar kebiasaan mereka bermain di tengah hari. Pemberian ‘masa terbatas’ ini dimaksudkan agar anak bisa mengatur jadwal kegiatannya sendiri, dan akan sangat menolong untuk melatih anak disiplin waktu. Selain itu mereka merasa dianggap mampu untuk mengatur dirinya sendiri tanpa harus didikte begini dan begitu. (Oel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Referensi: Mendidik dengan Cinta, Irawati Istadi. Pustaka Inti.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-8996445394276898504?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/8996445394276898504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=8996445394276898504&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/8996445394276898504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/8996445394276898504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/03/jangan-membentak-anak-yaa.html' title='JANGAN MEMBENTAK ANAK YAA....?'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-2521962931425311054</id><published>2009-01-03T01:34:00.002Z</published><updated>2009-05-16T02:03:37.715+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN SUAMI ISTRI'/><title type='text'>Renungan Buat Sang Suami</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Suami adalah kepala rumah tangga, dialah nahkoda bahtera yang sedang mengarungi lautan kehidupan keluarga, dialah yang mengatur dan bertanggung jawab atas segala yang terjadi dalam rumah tanggal, khususnya hubungan suami istri. Tugas berat ini bisa berjalan dengan baik, kalau seandainya adanya keharmonisannya dengan sang istri yang tercinta. Bukan suami saja yang berhak mendapatkan rasa kesenangan dari sang istri, tapi sebaliknya sang istri berhak juga mendapatkan hal itu dari sang suami. Dalam artikel yang singkat ini, ada beberapa poin sebagai renungan sang suami dalam rangka menjalin keharmonisan rumah tangga……..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:verdana;font-size:180%;"  &gt;&lt;marquee direction="left"&gt;Wahai sang suamiku yang ganthenk….....&lt;/marquee&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Apakah membebanimu wahai hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala anda masuk ketemu istri tercinta, agar anda meraih pahala dari Allah?!! &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala anda melihat anak dan istrimu?!! &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah, untuk merangkul istrimu, mengecup pipinya serta bercumbu disaat anda menghampiri dirinya?!! &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Apakah memberatkanmu untuk mengangkat sesuap nasi dan meletakkannya di mulut sang istri, agar anda mendapat pahala?!! &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Apakah termasuk susuh, kalau anda masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan lengkap : Assalamu`alaikum Warahmatullah Wabarakatuh agar anda meraih 30 kebaikan?!! &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Apa yang membebanimu, jika anda menuturkan untaian kata-kata yang baik yang disenangi kekasihmu, walaupun agak terpaksa, dan mengandung bohong yang dibolehkan?!! &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Tanyalah keadaan istrimu di saat anda masuk rumah!! &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Apakah memberatkanmu, jika anda menuturkan kepada istrimu di saat masuk rumah : Duhai kekasihku, semenjak Kanda keluar dari sisimu, dari pagi sampai sekarang, serasa bagaikan setahun. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sesungguhnya, jika anda betul-betul mengharapkan pahala dari Allah walau anda letih dan lelah, anda mendekati sang istri tercinta dan menjimaknya, maka anda mendapatkan pahala dari Allah, karena Rasulullah bersabda :"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Dan di air mani seseorang kalian ada sedekah"&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Apakah melelahkanmu wahai hamba Allah, jika anda berdoa dan berkata : &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Ya. Allah perbaikilah istriku dan berkatilah daku pada dirinya". &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ucapan baik adalah sedekah.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Wajah yang berseri dan senyum yang manis di hadapan istri adalah sedekah.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Mengucapkan salam mengandung beberapa kebaikan.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Berjabat tangan mengugurkan dosa-dosa.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Berhubungan badan mendapatkan pahala.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-2521962931425311054?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/2521962931425311054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=2521962931425311054&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/2521962931425311054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/2521962931425311054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/02/renungan-buat-sang-suami.html' title='Renungan Buat Sang Suami'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-2031136619045192097</id><published>2009-01-02T01:43:00.001Z</published><updated>2009-05-16T02:22:37.735+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN SUAMI ISTRI'/><title type='text'>Renungan Buat Sang Istri</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Istri dalam suatu rumah tangga memiliki peranan penting, disamping wajib menta`ati suami, sang istri adalah tempat menghilang rasa lelah dan payah suami. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;strong&gt;Wahai sang Istriku yang cantik….. …. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Apakah akan membahayakan dirimu, kalau anda menemui suamimu dengan wajah yang berseri, dihiasi senyum yang manis di saat dia masuk rumah.?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Apakah memberatkanmu, apabila anda menghapus debu dari wajahnya, kepala, dan baju serta mengecup pipinya.?!! &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Apakah anda akan merasa sulit, jika anda menunggu sejenak di saat dia memasuki rumah, dan tetap berdiri sampai dia duduk.!!! &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Mungkin tidak akan menyulitkanmu, jika anda berkata kepada suami : Alhamdulillah atas keselamatan Kanda, kami sangat rindu kedatanganmu, selamat datang kekasihku. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Berdandanlah untuk suamimu -harapkanlah pahala dari Allah di waktu anda berdandan itu, karena Allah itu Indah dan mencintai keindahan- pakailah parfum, dan bermake up-lah, serta pakailah busana yang paling indah untuk menyambut suamimu. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Jauhi dan jauhilah bermuka asam dan cemberut. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Janganlah anda mendengar dan menghiraukan perusak dan pengacau yang akan merusak dan mengacaukan keharmonisanmu dengan suami. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Janganlah selalu tampak sedih dan gelisah, akan tetapi berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Janganlah berbicara terhadap laki-laki lain dengan lemah-lambut, sehingga menyebabkan orang yang di hatinya ada penyakit mendekatimu dan mengira hal-hal yang jelek terhadap dirimu. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Selalulah berada dalam keadaan lapang dada, hati tentram, dan ingat kepada Allah setiap saat. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Ringankanlah suamimu dari setiap keletihan, kepedihan dan musibah serta kesedihan yang menimpanya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Suruhlah suamimu untuk berbakti kepada ibu bapaknya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Didiklah anak-anakmu dengan baik. Isilah rumah dengan tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir, perbanyaklah membaca Al-Quran terutama surat Al-Baqarah, karena surat itu dapat mengusir syeitan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Hilangkanlah dari rumahmu foto-foto, alat-alat musik dan alat-alat yang bisa merusak agama. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Bangunkanlah suamimu untuk melaksanakan shalat malam, doronglah dia untuk melakukan puasa sunat, ingatkan dia akan keutamaan bersedekah, dan jangan anda menghalanginya untuk menjalin hubungan siraturrahim dengan karib kerabatnya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Perbanyaklah beristighfar untuk dirimu, suamimu, serta kedua orang tua dan seluruh kaum muslimin. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Berdoalah kepada Allah, agar dianugerahkan keturunan yang baik, niat yang baik serta kebaikan dunia dan akhirat. Ketahuilah sesungguhnya Rabbmu Maha Mendengar doa dan mencintai orang yang nyinyir dalam meminta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;Allah berfirman:Dan Rabbmu berkata :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;"serulah Aku niscaya Aku penuhi doamu "(Al-Ghafir : 60).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-2031136619045192097?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/2031136619045192097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=2031136619045192097&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/2031136619045192097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/2031136619045192097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/02/renungan-buat-sang-istri.html' title='Renungan Buat Sang Istri'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-1594801808391323455</id><published>2008-05-29T03:51:00.003+01:00</published><updated>2009-05-22T07:43:29.844+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TANYA JAWAB'/><title type='text'>CARA MEMBASUH KENCING BAYI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Ketika seorang wanita melahirkan bayi laki-laki ataupun perempuan, selama dalam  asuhannya bayi itu selalu bersamanya dan tidak pernah berpisah, hingga terkadang  pakaiannya terkena air kecing sang bayi. Apakah yang harus ia lakukan pada saat  itu, dan apakah ada perbedaan hukum pada air kencing bayi laki-laki dengan bayi  perempuan dari sejak kelahiran hingga berumur dua tahun atau lebih ?  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Jawaban: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;Cukup memercikkan air pada pakaian yang terkena air  kencing bayi laki-laki jika ia belum mengkonsumsi makanan, jika bayi lelaki itu  telah mengkonsumsi makanan, maka pakaian yang terkena air kencing itu harus  dicuci, sedangkan jika bayi itu adalah bayi perempuan, maka pakaian yang terkena  air kencingnya harus dicuci baik dia sudah mengkonsumsi makanan ataupun belum.  &lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Ketetapan ini bersumber dari hadits yang dikeluarkan oleh Al-Bukhari, Muslim,  Abu Daud dan lain-lainnya, sedangkan lafazhnya adalah dari Abu Daud&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; Abu Daud  telah mengeluarkan hadits ini dalam kitab sunan-nya dengan sanadnya dari Ummu  Qubais bintu Muhshan, Bahwa ia bersama bayi laki-lakinya yang belum mengkonsumsi  makanan datang kepada Rasulullah kemudian Rasulullah mendudukkan bayi itu di  dalam pangkuannya, lalu bayi itu kencing pada pakaian beliau, maka Rasulullah  meminta diambilkan air lalu memerciki pakaian itu dengan air tanpa mencucinya.&lt;br /&gt;Dikeluarkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa  Sallam, beliau bersabda : &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;"&gt;Pakaian yang terkena air kencing bayi perempuan harus  dicuci, sedangkan pakaian yang terkena air kecing bayi laki-laki cukup diperciki  dengan air. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain menurut Abu Daud : &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;"&gt;Pakaian yang terkena air  kencing bayi perempuan harus dicuci, sedangkan pakaian yang terkena air kencing  bayi laki-laki maka diperciki dengan air jika belum mengkonsumsi makanan.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:trebuchet ms;" &gt;Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah, 5/368 &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-1594801808391323455?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/1594801808391323455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=1594801808391323455&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/1594801808391323455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/1594801808391323455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/05/cara-membasuh-kencing-bayi.html' title='CARA MEMBASUH KENCING BAYI'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-5116816165715670212</id><published>2008-05-29T03:45:00.000+01:00</published><updated>2008-05-29T03:46:03.520+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADITS DHA&apos;IF'/><title type='text'>ILMU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;Tuntutlah ilmu sekalipun ke negeri Cina&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Riwayat ini batil.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ini diriwayatkan oleh Ibnu Adi II/207, Abu Naim dalam  &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Akhbar Ashbahan&lt;/i&gt; II/206, Al-Khatib dalam &lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;At Tarikh&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; IX/364 dan  sebagainya, yang kesemuanya dengan sanad dari Al-Hasan bin Athiyah, dari Abu  Atikah Tharif bin Salman, dari Anas bin Malik radiallahu ‘anhu. Kemudian  semuanya menambahkan lafazh &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;“fainna thalabul ilmi faridatun ‘ala kulli  muslimin&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;. Ibnu Adi berkata: “Tambahan kata &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;walaw bish Shin&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; kami tidak  mengenalinya kecuali hanya datang dari Al-Hasan bin Athiyah”. Begitu pula  pernyataan Al-Khatib dalam kitab &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tarikh&lt;/i&gt; seperti dikutip Ibnul Muhib dalam  &lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Al-Fawaid.&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kelemahan riwayat ini terletak pada Abu Atikah yang  telah disepakati muhaditsin sebagai perawi sanad yang sangat dhaif, bahkan oleh  Imam Bukhari dinyatakan mungkar riwayatnya. Begitu pula jawaban Imam Ahmad bin  Hanbal ketika ditanya tentang Abu Atikah ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ringkasnya, susunan dari  hadits diatas adalah sangat dhaif atau bahkan sampai ke derajat batil. Saya kira  kebenaran ada pada ucapan Ibnu Hibban dan Ibnul Jauzi yang berkata bahwa hadits  di atas tidak ada sanadnya yang baik atau bahkan dianggap baik sampai derajat  dapat dikuatkan atau saling menguatkan antara satu sanad dengan sanad yang  lainnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Adapun bagian kedua (tambahannya), mungkin dapat dinaikkan  derajatnya kepada hadits hasan, seperti yang diutarakan oleh Al-Mazi sebab  sanadnya banyak yang bersumber pada Anas radiallahu ‘anhu. Dalam hal ini dari  hasil penyelidikan yang saya lakukan, saya telah menemukan delapan sanad yang  dapat diandalkan yang kesemuanya bersumber kepada Sababat Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam, diantaranya adalah Anas, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud,  Ali, Abu Said, dan sebagainya. Hingga kinipun saya masih menelitinya hingga saya  benar-benar yakin dalam memvonis shahih, hasan ataupun dhaifnya sanad-sanad  tersebut, wallahu a’lam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ke 416 dari kitab Silsilatu Ahaaditsu  Ad-Dhaifah wal Maudhuah wa Atsarus Sayyi fil Ummah karya Syaikh Al-Bany, edisi  terjemahan, Silsilah Hadits Dhaif dan Maudhu jilid-1, cetakan Gema Insani Press &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-5116816165715670212?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/5116816165715670212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=5116816165715670212&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/5116816165715670212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/5116816165715670212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/05/ilmu.html' title='ILMU'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-4098475984796869868</id><published>2008-05-29T03:43:00.000+01:00</published><updated>2008-05-29T03:44:41.427+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADITS DHA&apos;IF'/><title type='text'>CINTA TANAH AIR</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;''Mencintai tanah air sebagian dari iman''&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dinyatakan oleh Ash-Shaghani bahwa hadits ini maudhu’ (palsu). Disamping  itu, maknanya tidak benar, sebab mencintai tanah air sama dengan mencintai jiwa  raga dan harta benda. Yang demikian itu hal naluriah bagi setiap insane dan  tidak perlu diagung-agungkan, apalagi dikatakan termasuk sebagian iman. Kita  dapat melihat bahwa rasa cinta tanah air ini tidak ada bedanya antara orang  mukmin dengan orang kafir &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Hadits ke 36 dari kitab &lt;/span&gt;&lt;i style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Silsilatu Ahaaditsu  Ad-Dhaifah wal Maudhuah wa Atsarus Sayyi fil Ummah &lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;karya Syaikh Al-Bany,  edisi terjemahan, Silsilah Hadits Dhaif dan Maudhu jilid-1, cetakan Gema Insani  Press &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-4098475984796869868?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/4098475984796869868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=4098475984796869868&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/4098475984796869868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/4098475984796869868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/05/cinta-tanah-air.html' title='CINTA TANAH AIR'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-1298129730252535596</id><published>2008-05-29T03:42:00.000+01:00</published><updated>2008-05-29T03:43:26.771+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HADITS DHA&apos;IF'/><title type='text'>TIDURNYA ORANG BERPUASA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Orang yang berpuasa dicatat sebagai orang yang sedang  ibadah, kendatipun ia tidur di atas ranjangnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Hadits  &lt;/span&gt;&lt;i style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;dhaif&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt; Telah diriwayatkan oleh Tammam, dengan sanad dari Abu Bakar  Yahya bin Abdullah bin Az-Zujaj, dari Abu Bakar Muhammad bin Harun bin Bakkar  bin Bilal, dari Sulaiman bin Abdurrahman, dari Hasyim bin Abi Hurairah  Al-Himshi, dari Hisyam bin Hasan, dari Ibnu Sirin, dari Sulaiman bin Amir  Adh-Dhabi yang dimarfu’kannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat saya, sanad riwayat ini  dhaif. Riwayat hidup Yahya Az-Zujaj dan Muhammad bin Harun tidak saya dapati  telah diutarakan oleh para pakar &lt;i&gt;‘ulumul hadits&lt;/i&gt;. Adapun selain kedua  perawi ini semuanya adalah &lt;i&gt;tsiqat&lt;/i&gt; (meyakinkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Hadits ke 653 dari  kitab Silsilatu Ahaaditsu Ad-Dhaifah wal Maudhuah wa Atsarus Sayyi fil Ummah  karya Syaikh Al-Bany, edisi terjemahan, Silsilah Hadits Dhaif dan Maudhu  jilid-1, cetakan Gema Insani Press &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-1298129730252535596?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/1298129730252535596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=1298129730252535596&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/1298129730252535596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/1298129730252535596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/05/tidurnya-orang-berpuasa.html' title='TIDURNYA ORANG BERPUASA'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-566593570169288853</id><published>2008-05-29T03:27:00.004+01:00</published><updated>2009-05-22T07:44:16.482+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TANYA JAWAB'/><title type='text'>WANITA HAID MASUK MASJID ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Bolehkah wanita yang sedang haid masuk masjid? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Jawabane:&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Boleh, dengan dua alasan (dalil).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Alasan yang pertama:&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Tidak adanya larangan bagi wanita yang sedang haid untuk masuk ke dalam  masjid. Karena itu kita menerapkan kaidah ushul fikih yang berbunyi:  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;"&gt;Segala sesuatu (dalam muamalah) hukumnya boleh dikerjakan selama  tidak ada dalil yang melarangnya.&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Dan tidak ada satu pun hadits yang  shahih tentang pelarangan wanita yang sedang haid ke masjid. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Alasan  yang kedua&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Sebuah hadits tentang Aisyah yang diriwayatkan oleh Imam  Bukhari dalam kitab Shahih-nya. Hadits dari sahabat jabir bin Abdullah AI  Anshari ra. Beliau berkata, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Ketika sedang melaksanakan hajatul wada,  Aisyah as kedatangan siklus haidnya dan Rasulullah ketika itu sedang berada di  sebuah daerah dekat kota Makkah yang bernama Sarf. Setelah dari Sarf beliau  mendatangi Aisyah yang sedang menangis. Rasulullah bertanya kepadanya,  &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Apa yang membuat engkau menangis? Apakah kamu sedang haid?  &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Rasulullah berkata, Haid itu adalah ketentuan Allah yang harus teriadi  kepada para wanita, kerjakanlah seperti yang dikerjakan oleh jamaah haji yang  lain, tetapi jangan kamu thawaf dan shalat&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Hadits di atas adalah  dalil yang membolehkan wanita yang sedang haid untuk masuk ke masjid, sekalipun  Masjidil Haram. Dan Nabi membolehkan Aisyah mengerjakan apa-apa yang dikerjakan  oleh orang yang sedang menunaikan ibadah haji. Orang-orang yang menunaikan  ibadah haji pasti masuk ke dalam masjid, thawaf, mengerjakan shalat dan banyak  lagi ibadah-ibadah yang lain. Aisyah boleh mengerjakan semuanya kecuali thawaf  dan mengerjakan shalat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Dia bisa masuk masjid dan membaca Al-Qur'an di  dalamnya. Kesimpulannya masuk ke dalam masjid bukanlah amalan yang dilarang bagi  wanita yang sedang haid. Dan bagi yang mengharamkannya haruslah dengan dalil  yang shahih. Dan tentu saja dalilnya itu harus datang setelah hadits jabir di  atas. Sehingga bisa dikatakan menghapus (naskh) hadits jabir. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Diambil  dari Fatwa-Fatwa Syaikh Nashiruddin Al-Albany, Penerbit: Media Hidayah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-566593570169288853?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/566593570169288853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=566593570169288853&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/566593570169288853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/566593570169288853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/05/wanita-haid-masuk-masjid.html' title='WANITA HAID MASUK MASJID ?'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-7055341692490944269</id><published>2008-05-29T03:20:00.003+01:00</published><updated>2009-05-22T07:42:52.681+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TANYA JAWAB'/><title type='text'>SENTUH AL QURAN TANPA WUDHU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Apakah boleh bagi seorang  pria ataupun wanita untuk membaca Al Qur'an dan menyentuh mushaf Al-Qur'an tanpa  berwudhu'? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Jawabane:&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Membaca Al-Qur'an tanpa berwudhu adalah  suatu perkara yang dibolehkan, karena tidak ada suatu nash dalam Al-Kitab  ataupun Sunnah yang melarang membaca Al-Qur'an tanpa bersuci. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Dan tidak  ada bedanya, dalam hal ini, antara pria dan wanita, bahkan tidak ada bedanya  dalam hal ini, antara seorang pria yang telah bersuci, ataupun yang belum, dari  perempuan yang sedang haid ataupun tidak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Sebagian dalilnya adaiah  hadits Aisyah dalam Shahih Muslim bahwa Nabi saw berdzikir kepada Allah dalam  segala keadaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Yang dilarang dalam syariat bagi wanita haid adalah  shalat. Pelarangan ini mengandung hikmah yang sangat dalam, yaitu agar ia  beribadah kepada Allah dalam keadaan suci sebagaimana sebelum datangnya haid.  Kita tidak boleh mempersempit ibadah lain yang dibolehkan sebelum haid. jika  kemudian ia dilarang shalat, ini bukan berarti ia dilarang dari ibadah yang  lain. Kita harus melapangkan apa yang telah Allah lapangkan bagi manusia.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Dalam masalah haid ini, Sering saya bawakan hadits sayyidah Aisyah  tatkala ia berhaji bersama Nabi mereka singgah di suatu tempat yang dinamakan  Sarif, di dekat Makkah, beliau mendapati Aisyah sedang menangis karena  kedatangan haid, lalu beliau bersabda kepadanya: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Lakukanlah seperti apa  yang dilakukan orang yang berhaji kecuali thawaf, dan shalat&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Beliau tidak melarangnya untuk membaca Al-Qur'an dan memasuki  Masjidil Haram.&lt;/u&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:verdana;" &gt;Diambil dari Fatwa-Fatwa Syaikh Nashiruddin  Al-Albany, Penerbit: Media Hidayah&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-7055341692490944269?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/7055341692490944269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=7055341692490944269&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/7055341692490944269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/7055341692490944269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/05/sentuh-al-quran-tanpa-wudhu.html' title='SENTUH AL QURAN TANPA WUDHU'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-3021431131459942385</id><published>2008-05-24T03:57:00.003+01:00</published><updated>2009-05-16T02:30:30.246+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DOA'/><title type='text'>DOA SUAMI ISTRI</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ قَالَ: بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Ibnu Abbas ra. berkata, Rasulullah saw bersabda&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000099;"&gt;“Kalau salah seorang hendak mendatangi istrinya hendaknya ia berdoa, ‘Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkan syetan dari kami dan jahkan syetan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami.’ Karena jika ditakdirkan antara keduanya seorang anak tidak akan dicelakakan oleh syetan selama-lamanya.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Hadits ini dikeluarkan At-Thayalisi (1/302 nomor 2705), Ahmad (1/286 nomor 2597), Bukhari (3/1196 nomor 3109), Muslim (2/1058), Abu Dawud (2/239 nomor 3109), At-Tirmidzi (3/401 nomor 1092). At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shahih. Juga dikeluarkan Ibnu Majah (1/618 nomor 1919) da Ibnu Hibban (3/263 nomor 983)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al-Allamah Al-Mubarakfuri di kitabnya Tuhfadzul Ahwadzi bisyarhi Jami’ At-Tirmidzi mengatakan, yang dimaksud dengan ‘&lt;span style="color:#006600;"&gt;mendatangi keluarganya’&lt;/span&gt; adalah menggauli istri atau budaknya. Maksudnya, jika seseorang hendak menggauli istrinya, jadi doa itu diucapkan sebelum melakukannya. ‘Apa yang Engaku anugerahkan kepada kami’ artinya anak dan ‘Tidak dicelakakan syetan selama-lamanya’ artinya syetan tidak bias menguasainya hingga anak itu kelak tidak bias melakukan amal shalih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafidz Ibnu Hajar di Fathul Bari mengatakan, para ulama berbeda pendapat tentang jenis celaka yang diakibatban syetan kepada anak manusia setelah kedua suami istri itu sepakat untuk tidak hamil. Kesepakatan itu dipicu oleh sikap mereka terhadap hadits shahih:&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;إِنَّ كُلَّ بَنِي آدَمَ يَطْعَنُ الشَّيْطَانُ فِي بَطْنِهِ حِينَ يُولَدُ, إِلَّا مَنْ اِسْتَثْنَى&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;“Setiap anak Adam ditikam oleh syetan di perutnya saat dilahirkan selain yang dikecualikan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penikaman seperti ini adalah salah satu jenis celaka yang ditimbulkan syetan. Ada juga yang berpendapat bahwa syetan akan menguasainya agar namanya tidak diberkahi. Ada juga yang mengatakan tidak dibinasakan. Juga ada yang mengatakan tidak dicelakakan urusan agamanya. Ad-Dawudi berkata, yang dimaksud dengan celaka di sini adalah tidak difitnah oleh syetan dalam agamanya hingga ia menjadi kafir. Ini tidak berarti anak Adam terbebas dari kemaksiatan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas menegaskan bahwa hubungan suami istri tidak semata-mata persoalan melampiaskan syahwat, akan tetapi lebih mulia lagi terkait dengan tujuan sebuah pernikahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Ibrah:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Agar seseorang ingat akan nikmat yang Allah anugerahkan kepadanya. Yang berupa pasangan hidup yang karena itu seseorang mendapatkan ketentraman dan kedamaian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Agar seseorang menyadari tujuan utama pernikahannya, yaitu demi keberlangsungan generasi dan memperbanyak hamba-hamba yang akan menyembah Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Agar seseorang senantiasa ingat akan musuh utama dalah kehidupan ini, yaitu syetan yang senantiasa menggoda dan menjerumuskan anak cucu Adam. Bahkan sejak berada dalam kandungan. Lalu selalu berlindung kepada Allah dari godaan syetan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Agar seseorang senantiasa bertawakkal kepada Allah setelah berusaha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Agar selalu berusaha mengharapkan ridha Allah dalam setiap perbuatan yang dilakukan, baik ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Anak adalah karunia Allah yang diamanahkan kepada orang tuanya dan hendaknya ditunaikan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kehendak Dzat yang memberi amanah itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt; Wallahu A’lam.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-3021431131459942385?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/3021431131459942385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=3021431131459942385&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/3021431131459942385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/3021431131459942385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/05/doa-suami-istri.html' title='DOA SUAMI ISTRI'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-7506057213363133444</id><published>2008-05-24T03:53:00.001+01:00</published><updated>2008-05-24T03:55:22.916+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DOA'/><title type='text'>DOA PENUTUP MAJELIS</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭﴿ثلاثًا﴾٭&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; (tiga kali)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-7506057213363133444?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/7506057213363133444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=7506057213363133444&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/7506057213363133444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/7506057213363133444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/05/doa-penutup-majelis.html' title='DOA PENUTUP MAJELIS'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-9156724339271788207</id><published>2008-05-24T03:43:00.002+01:00</published><updated>2009-05-16T02:26:14.584+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AKHIRAT DALAM BERITA'/><title type='text'>SAAT RUH DICABUT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Imam Ahmad dalam Musnad-nya, demikian juga Ibnu Hibban, Abu ‘Awanah Al-Isfirayaini dalam kitab Shahih keduanya, meriwayatkan dari Al-Manhal dari Zadan bin Al-Bara’ bin ‘Azib bahwa ia berkata, &lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#006600;"&gt;“Kami pernah pergi bersama Rasulullah untuk mengantar jenazah. Beliau duduk di atas kuburan dan kami duduk di sebelahnya. Kami diam dan tenang laksana di atas kepala kami terdapat seekor burung. Sambil menguburkan jenazah tersebut, Beliau berkata, “Aku berlindung diri kepada Allah dari siksa kubur.” &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Beliau mengucapkannya tiga kali&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;Selanjutnya Beliau bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; “&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#006600;"&gt;Sesungguhnya orang yang beriman jika akan pindah ke alam akhirat dan meninggalkan dunia, maka para malaikat itu turun kepadanya. Wajah mereka seperti matahari dan setiap dari mereka membawa wewangian dari surga dan kain kafan. Mereka duduk di dekat orang yang beriman sebatas pandangan kemudian malaikat pencabut nyawa duduk di dekat kepalanya dan berkata, “Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Rasulullah kemudian bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#009900;"&gt;“Ruh orang beriman pun keluar dari jasadnya seperti halnya air keluar dari mulut teko. Malaikat pencabut nyawa segera mengambilnya. Ketika ruh orang itu telah berada dalam genggamannya, para malaikat yang lain tidak membiarkan ruh orang beriman itu berada di tangan malaikat pencabut nyawa sekejap mata hingga kemudian mereka mengambilnya dan menaruhnya di atas kain kafan surga dan wewangian tersebut. Dari ruh orang beriman, keluarlah wewangian paling harum yang pernah ada di bumi.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;Kata Rasulullah selanjutnya,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#009900;"&gt;“Kemudian para malaikat naik membawa ruh orang beriman dan setiap kali mereka melewati para malaikat, maka mereka bertanya, “Ruh siapa yang harum ini?” Mereka menjawab, “Ini adalah si fulan bin fulan,”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#009900;"&gt;sembari menyebutkan nama terbaik yang pernah menjadi sebutannya ketika di dunia hingga kemudian mereka berhenti di langit kedua. Mereka minta dibukakan bagi ruh tersebut kemudian dibukakanlah untuknya. Ruh tersebut disambut seluruh makhluk di langit kedua dan mereka mendekatkan ruh tersebut ke langit berikutnya hingga mereka membawa ruh itu tiba di langit di mana Allah berada. Allah kemudian berfirman, “Tuliskan kitab hamba-Ku ini dalam ‘Illiyyin, lalu kembalikanlah ia ke bumi. Sebab, dari bumi itulah Kami menciptakan mereka, ke dalamnya Kami kembalikan mereka, dan darinya pula Kami keluarkan mereka sekali lagi.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Selanjutnya Rasulullah bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#009900;"&gt;“Dan sesungguhnya orang kafir itu jika meninggal dunia menuju ke akhirat, maka para malaikat turun kepadanya dari langit dengan wajah yang hitam dan membawa kain kafan kasar, lalu duduk di dekatnya sebatas pandangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Malaikat pencabut nyawa datang kepadanya dan duduk di dekat kepalanya lantas berkata&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cc0000;"&gt;“Wahai ruh yang kotor, keluarlah menuju kemurkaan dan kemarahan dari Allah!” Lalu ruhnya berpisah dari jasadnya dan malaikat mencabutnya seperti mencabut besi pembakar dari wol yang basah. Selanjutnya malaikat pencabut nyawa mengambilnya dan jika sudah ia ambil, maka para malaikat yang lain tidak membiarkan ruh tersebut di tangannya sekejap mata hingga kemudian mereka meletakkannya di dalam kain kasar tersebut. Dari padanya keluar bau paling busuk yang pernah ada di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Para malaikat membawanya naik dan setiap kali mereka melewati malaikat, mereka bertanya&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cc0000;"&gt;“Ruh busuk siapa ini?” Para malaikat menjawab, “Ini adalah si fulan bin fulan,” sembari menyebutkan sejelek-jeleknya nama yang dialamatkan kepadanya ketika di dunia. Ruh itu terus dibawa naik hingga sampai ke langit dunia. Ia meminta agar pintu langit itu dibuka, namun tidak juga dibukakan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Kemudian Beliau membacakan firman Allah swt.,&lt;/strong&gt; &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum.” (Al-A’raf: 40).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Allah swt. kemudian berkata, “Tuliskan kitabnya di Sijjin, di bumi yang terbawah!” Lalu ruh tersebut dilemparkan begitu saja. Selanjutnya Rasulullah membacakan firman Allah, “Barangsiapa menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (Al-Hajj: 31)&lt;/span&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;[Diriwayatkan oleh Ahmad (VI/287 dan 295) dan Abu Dawud (4753)]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-9156724339271788207?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/9156724339271788207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=9156724339271788207&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/9156724339271788207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/9156724339271788207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/05/saat-ruh-dicabut.html' title='SAAT RUH DICABUT'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-8212085621415389880</id><published>2008-05-09T04:49:00.004+01:00</published><updated>2009-05-22T07:38:23.841+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PHOTO HANA'/><title type='text'>9 MEI 2008</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SCPM3_08qhI/AAAAAAAAABw/Bd4a6F21F-I/s1600-h/ulang+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SCPM3_08qhI/AAAAAAAAABw/Bd4a6F21F-I/s320/ulang+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198223657314069010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SCPMo_08qgI/AAAAAAAAABo/Jd4Htle5nM8/s1600-h/Picture+025.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SCPMo_08qgI/AAAAAAAAABo/Jd4Htle5nM8/s320/Picture+025.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198223399616031234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAri ini usiaku dah 1 tahun. doain yah...biar aku jadi anak sholihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SCPJ__08qfI/AAAAAAAAABg/LKJdgGAZb-U/s1600-h/ulang+thn.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SCPJ__08qfI/AAAAAAAAABg/LKJdgGAZb-U/s320/ulang+thn.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198220496218139122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-8212085621415389880?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/8212085621415389880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=8212085621415389880&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/8212085621415389880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/8212085621415389880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/05/9-mei-2008.html' title='9 MEI 2008'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SCPM3_08qhI/AAAAAAAAABw/Bd4a6F21F-I/s72-c/ulang+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-8373579611940066923</id><published>2008-04-10T04:21:00.002+01:00</published><updated>2009-05-16T02:27:52.999+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AQIDAH'/><title type='text'>MENGAPAI CINTA ILLAHI</title><content type='html'>Cinta adalah suatu hal yang kebanyakan manusia akan berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Cinta adalah sesuatu yang disenangi oleh jiwa. Mendapatkan cinta kasih dari makhluk adalah menyenangkan, apalagi jika cinta itu datang dari Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Allah kepada hamba-Nya merupakan perkara yang luar biasa dan besar, karunia yang melimpah dan tiada bisa diketahui nilainya, kecuali oleh orang yang telah  mencapai ma’rifat akan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang hamba mengetahui begitu luar biasanya arti cinta Allah kepada hamba-Nya, pastilah &lt;span id="fullpost"&gt;ia akan segera mencari jalan untuk menggapai cinta agung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tiga hal di antara beberapa hal yang dapat ditempuh seorang hamba untuk mendapatkan cinta dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadabbur terhadap Al-Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu amalan yang sangat besar nilainya untuk mendapatkan cinta dari Allah adalah membaca Al-Quran sambil merenungkan dan memahami makna serta maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, yang di dalamnya penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya, dan supaya mendapatkan pelajaran bagi orang-orang  yang mau menggunakan akalnya.” (Shaad: 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan ini mempunyai tujuan yang agung dan sangat penting. Tujuan dari tadabbur Al-Quran adalah agar hati seorang hamba senantiasa disibukkan dengan merenungi arti dari kalimat yang dibaca, dan dengan indra yang dimiliki, ia menjawab setiap ayat yang dibaca. Pada setiap ayat yang sesuai, ia berdoa, memohon ampunan, rahmat, serta memohon perlindungan dari siksa pedih di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada suatu amalan yang lebih bermanfaat daripada membaca Al-Quran dengan tadabbur dan tafakkur. Karena yang demikian ini telah mencakup seluruh aktivitas mendekatkan diri kepada Allah. Amalan ini mampu melahirkan cinta, rasa takut dan pengharapan, serta seluruh hal yang mengakibatkan hidupnya hati. Seandainya orang-orang mengetahui manfaat yang terkandung di dalam amalan ini, maka pastilah mereka akan terus-menerus membaca Al-Quran dengan tadabbur dan melupakan aktivitas yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca satu ayat dengan tadabbur dan memahami maknanya adalah lebih baik, jika dibandingkan dengan mengkhatamkan Al-Quran tanpa memahami maknanya. Yang pertama lebih bermanfaat bagi hati, lebih efektif dalam menggapai keimanan dan mereguk manisnya Al-Quran. Inilah amalan rutin  para ulama salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan Fardhu kemudian Sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah yang fardhu merupakan jalan pula untuk mendapatkan cinta dari Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang untuknya. Tidaklah hamba-Ku bertaqarrub kepada-Ku dengan amalan yang lebih Aku cintai daripada amalan yang Aku fardhukan kepada mereka. Dan  hamba-Ku senantiasa bertaqarrub kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah, hingga Aku mencintai mereka…”(Riwayat Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah berkata bahwa wali Allah yang benar-benar wali adalah mereka yang beriman dan bertaqwa. Sebagaimana firman Allah, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.” (Yunus: 62-63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas mengandung kesimpulan bahwa yang menyebabkan didapatinya cinta Allah itu karena melaksanakan dua perkara. Pertama, melaksanakan segala yang telah difardhukan oleh-Nya. Sedangkan kedua, mendekatkan diri kepada-Nya dengan mengamalkan ajaran-ajaran yang telah disunnahkan oleh Rasul-Nya. Allah juga mengabarkan bahwa melaksanakan amalan fardhu itu adalah lebih Dia cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba yang dicintai Allah itu senantiasa memperbanyak amalan-amalan sunnah, sehingga derajatnya meningkat menjadi kekasih Allah. Jika hamba tersebut telah menjadi kekasih Allah, maka kecintaan Allah kepadanya mengakibatkan lahirnya cinta baru kepadanya yang lebih besar dari cinta yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain untuk menggapai cinta Allah adalah dengan terus-menerus berdzikir kepada-Nya dalam berbagai keadaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab dalam Ikhtiyarul Ula mengatakan bahwa amalan yang dapat mengantarkan seorang hamba kepada kecintaan Allah, yang sekaligus merupakan tanda-tanda bagi hamba yang mencintai-Nya adalah memperbanyak dzikir dengan hati maupun lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, “Dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya, supaya kamu beruntung.” (Al-Jumuah: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-Quran, Allah banyak menyebutkan dzikir sebagai penyerta amal-amal salih, misalnya salat, puasa, salat Jumat, haji, dan jihad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikir kepada Allah ada beberapa macam, di antaranya adalah mengingat serta memuji Allah dengan menggunakan nama-Nya serta sifat-sifat mulia lainnya yang melekat pada-Nya, membaca tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan tamjid, kemudian juga mengingat Allah dengan menyebutkan hukum, perintah, serta berbagai larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga amal salih di atas merupakan amal-amal agung yang ampuh untuk meraih cinta dari-Nya. Walaupun tampak ringan, namun tidak mudah untuk dilakukan kecuali bagi orang yang Allah mudahkan. Sebaik-baik amal salih adalah yang kontinyu, walaupun terasa sedikit. Dan hendaknya begitulah tiga amal ini dilaksanakan, agar kita senantiasa mendapatkan cinta dari Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber: Di Bawah Naungan Cinta. Abdul Hadi Hasan Wahbi. Pustaka Azzam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-8373579611940066923?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/8373579611940066923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=8373579611940066923&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/8373579611940066923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/8373579611940066923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/04/mengapai-cinta-illahi.html' title='MENGAPAI CINTA ILLAHI'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-8100651839802386687</id><published>2008-03-29T05:08:00.003Z</published><updated>2009-05-16T02:42:21.134+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENDIDIK ANAK'/><title type='text'>JANGAN SALAH MENDIDIK ANAK</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;marquee&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;SEPULUH KESALAHAN DALAM MENDIDIK ANAK&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Maka, kita sebagai orang tua bertanggung jawab terhadap amanah ini. Tidak sedikit kesalahan dan kelalaian dalam mendidik anak telah menjadi fenomena yang nyata. Sungguh merupakan malapetaka besar ; dan termasuk menghianati amanah Allah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun rumah, adalah sekolah pertama bagi anak. Kumpulan dari beberapa rumah itu akan membentuk sebuah bangunan masyarakat. Bagi seorang anak, sebelum mendapatkan pendidikan di sekolah dan masyarakat, ia akan mendapatkan pendidikan di rumah dan keluarganya. Ia merupakan prototype kedua orang tuanya dalam berinteraksi sosial. Oleh karena itu, disinilah peran dan tanggung jawab orang tua, dituntut untuk tidak lalai dalam mendidik anak-anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;marquee direction="right"&gt;BAHAYA LALAI DALAM MENDIDIK ANAK&lt;/marquee&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Orang tua memiliki hak yang wajib dilaksanakan oleh anak-anaknya. Demikian pula anak, juga mempunyai hak yang wajib dipikul oleh kedua orang tuanya. Disamping Allah memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua orang tua. Allah juga memerintahkan kita untuk berbuat baik (ihsan) kepada anak-anak serta bersungguh-sungguh dalam mendidiknya. Demikian ini termasuk bagian dari menunaikan amanah Allah. Sebaliknya, melalaikan hak-hak mereka termasuk perbuatan khianat terhadap amanah Allah. Banyak nash-nash syar’i yang mengisyaratkannya. Allah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;“Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya” [An-Nisa : 58]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhamamd) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” [Al-Anfal : 27]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;“Artinya : Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban terhadap yang dipimpin. Maka, seorang imam adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya” [Hadits Riwayat Al-Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa diberi amanah oleh Allah untuk memimpin lalu ia mati (sedangkan pada) hari kematiannya dalam keadaan mengkhianati amanahnya itu, niscaya Allah mengharamkan sorga bagianya” [Hadits Riwayat Al-Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SEPULUH KESALAHAN DALAM MEDIDIK ANAK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun banyak orang tua yang mengetahui, bahwa mendidik anak merupakan tanggung jawab yang besar, tetapi masih banyak orang tua yang lalai dan menganggap remeh masalah ini. Sehingga mengabaikan masalah pendidikan anak ini, sedikitpun tidak menaruh perhatian terhadap perkembangan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kemudian, ketika anak-anak berbuat durhaka, melawan orang tua, atau menyimpang dari aturan agama dan tatanan sosial, banyak orang tua mulai kebakaran jenggot atau justru menyalahkan anaknya. Tragisnya, banyak yang tidak sadar, bahwa sebenarnya orang tuanyalah yang menjadi penyebab utama munculnya sikap durhaka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalai atau salah dalam mendidik anak itu bermacam-macam bentuknya ; yang tanpa kita sadari memberi andil munculnya sikap durhaka kepada orang tua, maupun kenakalan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini sepuluh bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya:&lt;br /&gt;&lt;marquee&gt;&lt;strong&gt;[1]. Menumbuhkan Rasa Takut Dan Minder Pada Anak&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kadang, ketika anak menangis, kita menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara angin dan lain-lain. Dampaknya, anak akan tumbuh menjadi seorang penakut : Takut pada bayangannya sendiri, takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti. Misalnya takut ke kamar mandi sendiri, takut tidur sendiri karena seringnya mendengar cerita-cerita tentang hantu, jin dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling parah tanpa disadari, kita telah menanamkan rasa takut kepada dirinya sendiri. Atau misalnya, kita khawatir ketika mereka jatuh dan ada darah di wajahnya, tangan atau lututnya. Padahal semestinya, kita bersikap tenang dan menampakkan senyuman menghadapi ketakutan anak tersebut. Bukannya justru menakut-nakutinya, menampar wajahnya, atau memarahinya serta membesar-besarkan masalah. Akibatnya, anak-anak semakin keras tangisnya, dan akan terbiasa menjadi takut apabila melihat darah atau merasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee color="#ff9900" face="verdana"&gt;&lt;strong&gt;2]. Mendidiknya Menjadi Sombong, Panjang Lidah, Congkak Terhadap Orang Lain. Dan Itu Dianggap Sebagai Sikap Pemberani&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/marquee&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan ini merupakan kebalikan point pertama. Yang benar ialah bersikap tengah-tengah, tidak berlebihan dan tidak dikurang-kurangi. Berani tidak harus dengan bersikap sombong atau congkak kepada orang lain. Tetapi, sikap berani yang selaras tempatnya dan rasa takut apabila memang sesuatu itu harus ditakuti. Misalnya : takut berbohong, karena ia tahu, jika Allah tidak suka kepada anak yang suka berbohong, atau rasa takut kepada binatang buas yang membahayakan. Kita didik anak kita untuk berani dan tidak takut dalam mengamalkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee  style="color:#006600;"&gt;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;[3]. Membiasakan Anak-Anak Hidup Berfoya-foya, Bermewah-mewah Dan Sombong&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;Dengan kebiasaan ini, sang anak bisa tumbuh menjadi anak yang suka kemewahan, suka bersenang-senang. Hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak peduli terhadap keadaan orang lain. Mendidik anak seperti ini dapat merusak fitrah, membunuh sikap istiqomah dalam bersikap zuhud di dunia, membinasakah muru’ah (harga diri) dan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee color="#006600" face="trebuchet ms"&gt;&lt;strong&gt;&gt;[4]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang tua ada yang selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, tanpa memikirkan baik dan buruknya bagi anak. Padahal, tidak setiap yang diinginkan anaknya itu bermanfaat atau sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Misalnya si anak minta tas baru yang sedang trend, padahal baru sebulan yang lalu orang tua membelikannya tas baru. Hal ini hanya akan menghambur-hamburkan uang. Kalau anak terbiasa terpenuhi segala permintaanya, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak peduli pada nilai uang dan beratnya mencari nafkah. Serta mereka akan menjadi orang yang tidak bisa membelanjakan uangnya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee color="#3333ff" face="georgia"&gt;&lt;strong&gt;&gt;[5]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak, Ketika Menangis, Terutama Anak Yang Masih Kecil&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;Sering terjadi, anak kita yang masih kecil minta sesuatu. Jika kita menolaknya karena suatu alasan, ia akan memaksa atau mengeluarkan senjatanya, yaitu menangis. Akhirnya, orang tua akan segera memenuhi permintaannya karena kasihan atau agar anak segera berhenti menangis. Hal ini dapat menyebabkan sang anak menjadi lemah, cengeng dan tidak punya jati diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee  style="color:#9999ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&gt;[6]. Terlalu Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Mereka, Melebihi Batas Kewajaran&lt;/span&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;Misalnya dengan memukul mereka hingga memar, memarahinya dengan bentakan dan cacian, ataupun dengan cara-cara keras lainnya. Ini kadang terjadi ketika sang anak sengaja berbuat salah. Padahal ia (mungkin) baru sekali melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee color="#993399" face="verdana"&gt;&lt;strong&gt;&gt;[7]. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;Ada juga orang tua yang terlalu pelit kepada anak-anaknya, hingga anak-anaknya merasa kurang terpenuhi kebutuhannya. Pada akhirnya mendorong anak-anak itu untuk mencari uang sendiri dengan bebagai cara. Misalnya : dengan mencuri, meminta-minta pada orang lain, atau dengan cara lain. Yang lebih parah lagi, ada orang tua yang tega menitipkan anaknya ke panti asuhan untuk mengurangi beban dirinya. Bahkan, ada pula yang tega menjual anaknya, karena merasa tidak mampu membiayai hidup. Naa’udzubillah mindzalik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#cc9933;"&gt;&gt;[8]. Tidak Mengasihi Dan Menyayangi Mereka, Sehingga Membuat Mereka Mencari Kasih Sayang Diluar Rumah Hingga Menemukan Yang Dicarinya.&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;Fenomena demikian ini banyak terjadi. Telah menyebabkan anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas –waiyadzubillah-. Seorang anak perempuan misalnya, karena tidak mendapat perhatian dari keluarganya ia mencari perhatian dari laki-laki di luar lingkungan keluarganya. Dia merasa senang mendapatkan perhatian dari laki-laki itu, karena sering memujinya, merayu dan sebagainya. Hingga ia rela menyerahkan kehormatannya demi cinta semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#999900;"&gt;&gt;[9]. Hanya Memperhatikan Kebutuhan Jasmaninya Saja.&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tua yang mengira, bahwa mereka telah memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Banyak orang tua merasa telah memberikan pendidikan yang baik, makanan dan minuman yang bergizi, pakaian yang bagus dan sekolah yang berkualitas. Sementara itu, tidak ada upaya untuk mendidik anak-anaknya agar beragama secara benar serta berakhlak mulia. Orang tua lupa, bahwa anak tidak cukup hanya diberi materi saja. Anak-anak juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Bila kasih sayang tidak di dapatkan dirumahnya, maka ia akan mencarinya dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee color="#663300" face="verdana"&gt;&lt;strong&gt;&gt;[10]. Terlalu Berprasangka Baik Kepada Anak-Anaknya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian orang tua yang selalu berprasangka baik kepada anak-anaknya. Menyangka, bila anak-anaknya baik-baik saja dan merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tidak pernah mengecek keadaan anak-anaknya, tidak mengenal teman dekat anaknya, atau apa saja aktifitasnya. Sangat percaya kepada anak-anaknya. Ketika tiba-tiba, mendapati anaknya terkena musibah atau gejala menyimpang, misalnya terkena narkoba, barulah orang tua tersentak kaget. Berusaha menutup-nutupinya serta segera memaafkannya. Akhirnya yang tersisa hanyalan penyesalan tak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sepuluh kesalahan yang sering dilakukan orang tua. Yang mungkin kita juga tidak menyadari bila telah melakukannya. Untuk itu, marilah berusaha untuk terus menerus mencari ilmu, terutama berkaitan dengan pendidikan anak, agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam mendidik anak, yang bisa menjadi fatal akibatnya bagi masa depan mereka. Kita selalu berdo’a, semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi shalih dan shalihah serta berakhlak mulia. Wallahu a’lam bishshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee color="#cc33cc"&gt;&lt;strong&gt;&gt;[Disadur oleh Ummu Shofia dari kitab At-Taqshir Fi Tarbiyatil Aulad, Al-Mazhahir Subulul Wiqayati Wal Ilaj, Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-8100651839802386687?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/8100651839802386687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=8100651839802386687&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/8100651839802386687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/8100651839802386687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/03/jangan-salah-mendidik-anak.html' title='JANGAN SALAH MENDIDIK ANAK'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-1307707720664461043</id><published>2008-03-29T02:01:00.002Z</published><updated>2008-05-24T03:40:22.076+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PHOTO HANA'/><title type='text'>up....</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/R-2mXVVzz2I/AAAAAAAAABA/EvxQ8QgKXtc/s1600-h/Picture+047.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/R-2mXVVzz2I/AAAAAAAAABA/EvxQ8QgKXtc/s320/Picture+047.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182981665969131362" /&gt;&lt;/a&gt;anak kecil koh...dah bisa senam yaaaaah..........jan pinter banget dech. putrinya sapa duluuu doooonk.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-1307707720664461043?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/1307707720664461043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=1307707720664461043&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/1307707720664461043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/1307707720664461043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/03/up.html' title='up....'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/R-2mXVVzz2I/AAAAAAAAABA/EvxQ8QgKXtc/s72-c/Picture+047.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-3037455599111537700</id><published>2008-03-04T07:19:00.000Z</published><updated>2008-05-24T03:40:22.076+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PHOTO HANA'/><title type='text'>whua......whua.............whuaa......</title><content type='html'>&lt;marquee direction =up&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/R70nqA0P7rI/AAAAAAAAAAU/SwMDHADiEL0/s1600-h/DSC00687.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169331550018334386" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/R70nqA0P7rI/AAAAAAAAAAU/SwMDHADiEL0/s320/DSC00687.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;marquee direction=left&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Fildzah Hanania Azzahraa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;The Celuke Hana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-3037455599111537700?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/3037455599111537700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=3037455599111537700&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/3037455599111537700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/3037455599111537700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/02/wewewe.html' title='whua......whua.............whuaa......'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/R70nqA0P7rI/AAAAAAAAAAU/SwMDHADiEL0/s72-c/DSC00687.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2009095760996172034.post-363350569163360199</id><published>2008-02-21T08:15:00.006Z</published><updated>2009-05-16T02:40:08.104+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HUMOR'/><title type='text'>Usia Pernikahan Mempengaruhi Kemesraan!!!</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Sebelum Bobo:&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 weeks: selamat bobo sayang, mimpi indah ya, mmmuach.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 months: tolong matiin lampunya, silau nih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 years : Kesana-an doong… kamu tidur dempet2an kayak mikrolet gini sih?!&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Pake Toilet:&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6 weeks: ngga apa2, kamu duluan deh, aku ngga buru2 koq.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 months: masih lama ngga nih?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 years : brug! brug! brug! (suara pintu digedor), kalo mau tapa di gunung slamet sono!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Ngajarin Nyetir: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 weeks: hati2 say, injek kopling dulu baru masukin persenelingnya&lt;br /&gt;6 months: pelan2 dong lepas koplingnya.&lt;br /&gt;6 years : pantesan sering ke bengkel, masukin persenelingnya aja kayak gini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Balesin SMS:&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6 weeks: iya sayang, bentar lagi nyampe rumah koq, aku beli martabak kesukaanmu dulu ya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 months: macet banget di jalan nih&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 years : ok.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Dating process:&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 weeks: I love U, I love U, I love U.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 months: Of course I love U.&lt;br /&gt;6 years : Ya iyalah!! kalau aku tidak cinta kamu, ngapain nikah sama kamu??&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Back from Work:&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6 weeks: Honey, aku pulang…&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 months: I’m BACK!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 years : Si mbok masak apa hari ini?? &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Hadiah (ulang tahun):&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6 weeks: Sayangku, kuharap kau menyukai cincin yangkubeli&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 months: Aku membeli lukisan, nampaknya cocok dengan suasana ruang tengah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 years : Nih duitnya, loe beli sendiri deh yang loemau &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Telepon: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;6 weeks: Baby, ada yang pengen bicara ama kamu ditelpon&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 months: Eh…ini buat kamu nih…&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 years : WOOIII TELPON BUNYI TUUUHHH….ANGKATDUOOONG!!! &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Masakan:&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6 weeks: Wah, tak kusangka rasa makanan ini begitu lezaattt…! !!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 months: Kita makan apa malam ini??&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 years : HAH? MAKANAN INI LAGI? &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Apology:&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6 weeks: Udah gak apa-apa sayang, nanti kita beli lagi ya.....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 months: Hati2! Nanti jatuh tuh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 years : KAMU GAK NGERTI2 YA DAH BERIBU2 KALI AKU BILANGIN &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Baju baru:&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6 weeks: Duhai kasihku, kamu seperti bidadari dengan pakaian itu&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 months: Lho, kamu beli baju baru lagi?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 years : BELI BAJU ITU HABIS BERAPA?? &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Planning for Vacations:&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;6 weeks: Gimana kalau kita jalan2 ke Amerika atau ketempat yg kamu mau honey?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;6 months: Ke Surabaya naik bis aja ya gak usah pakai pesawat…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;6 years : JALAN2? DIRUMAH AJA KENAPA SEH? NGABISIN UANG AJA! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;TV:&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6 weeks: Baby, apa yg pengen kita tonton malam ini ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 months: Sebentar ya, filmnya bagus banget nih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6 years : JANGAN DIGANTI2 DONG CHANNELNYA AH! GAK BISA LIAT ORANG SENENG DIKIT APA ?!&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#6600cc;"&gt;maaf kalo ada yang menyinggung hati, just want to make you &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#6600cc;"&gt;huaa...huaaa.....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2009095760996172034-363350569163360199?l=keluargaiksan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/feeds/363350569163360199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2009095760996172034&amp;postID=363350569163360199&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/363350569163360199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2009095760996172034/posts/default/363350569163360199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaiksan.blogspot.com/2008/02/usia-pernikahan-mempengaruhi-kemesraan.html' title='Usia Pernikahan Mempengaruhi Kemesraan!!!'/><author><name>Iksan Taufik H</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00213065461826511907</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_o9xVodWbUcM/SgzeSGmZB9I/AAAAAAAAAEI/mMU64y9oTN0/S220/bpk3.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
